Cara Menghitung Uang Pesangon Karyawan kena PHK

Thursday, November 30th, 2017 - Wirausaha
Selamat datang di situs tutorial dan panduan cara apapun. Akan dibahas dan diulas secara lengkap dan jelas cara apapun dan pengertian termasuk rumus contoh dan penyelesaian soal serta studi kasus Cara Menghitung Uang Pesangon Karyawan kena PHK

Pada kondisi perekonomian Indonesia saat ini, banyak usaha yang memilih melakukan pemecatan atau PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) kepada para karyawannya. Pemilihan PHK pada karyawan merupakan cara agar usaha masih tetap berjalan dengan pengeluaran yang lebih minim.

Berhubungan dengan itu, kali ini kita akan membahas mengenai cara menghitung pesangon karyawan kena PHK. Perhitungan uang pesangon ini berdasarkan pada undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan antara pengunduran diri dan PHK yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

PHK sendiri ada dua jenis, pertama yaitu PHK secara sukarela dan PHK tidak sukarela. Yang pertama, PHK sukarela adalah pengunduran sendiri atau berhenti tanpa paksaan maupun tekanan karena kontrak habis, tidak lulus masa percobaan ataupun memasuki usia pensiun, dan meninggal dunia. Sedangkan PHK tidak sukarela adalah pemecatan yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan, bisa jadi karena melakukan efisiensi karyawan, melakukan pelanggaran ataupun juga karena perusahaan ditutup.

Meski begitu, walaupun sudah terkena PHK, menurut undang-undang ketenagakerjaan, karyawan ataupun buruh tersebut masih memiliki hak untuk mendapatkan pesangon.

Kalau melihat aturan dalam UU di atas maka yang menjadi patokan adalah 3 hal yaitu:

  • Uang Pesangon (UP)
  • Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)
  • Uang Penggantian Hak (UPH)

Cara-Menghitung-Pesangon-PHK-Pengunduran-Diri Cara Menghitung Uang Pesangon Karyawan kena PHK

Uang Pesangon

Sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat (2) ketentuan dan cara perhitungan uang pesangon adalah sebagai berikut:

  • Masa kerja < 1 tahun  = 1 bulan upah;
  • Masa kerja 1 tahun/ lebih tetapi kurang dari 2 tahun = 2 bulan upah;
  • Masa kerja 2 tahun/lebih tetapi kurang dari 3 tahun = 3 bulan upah;
  • Masa kerja 3 tahun/ lebih tetapi kurang dari 4 tahun = 4 bulan upah;
  • Masa kerja 5 tahun/lebih tetapi kurang dari 6 tahun = 5 bulan upah;
  • Masa kerja 6 tahun/lebih tetapi kurang dari 7 tahun = 6 bulan upah;
  • Masa kerja 7 tahun/lebih tetapi kurang dari 8 tahun= 7 bulan upah;
  • Masa kerja 8 tahun/lebih = 9 bulan upah.

Pada butir di atas, upah yang dimaksud adalah gaji pokok setelah ditambahkan tunjangan tetap. Jumlah tunjangan tetap sendiri berbeda-beda sesuai dengan ketetapan perusahaan. Bagi yang tidak paham, tunjangan tetap ini sendiri merupakan tunjangan yang akan diterima dengan jumlah yang sama tiap bulannya meskipun karyawan tidak datang ke perusahaan, seperti tunjangan transportasi, kesehatan dan lain-lain.

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Upah Kerja Lembur

Uang Penghargaan Kerja

Uang penghargaan kerja sendiri seperti namanya digunakan untuk menghargai apa yang dikerjakan karyawan. Uang ini diberikan pada karyawan yang bekerja minimal selama 3 tahun dengan pemutusan kerja dari perusahaan. Ketentuan ini sesuai dengan UU Ketenagakerjaan Pasal 156 Ayat (3).

Perhitungan uang penghargaan masa kerja mengikuti ketentuan berikut ini:

  • Masa kerja 3 tahun/lebih tetapi kurang dari 6 tahun = 2 bulan upah
  • Masa kerja 6 tahun/lebih tetapi kurang dari 9 tahun = 3 bulan upah
  • Masa kerja 9 tahun/lebih tetapi kurang dari 12 tahun = 4 bulan upah
  • Masa kerja 12 tahun/lebih tetapi kurang dari 15 tahun = 5 bulan upah
  • Masa kerja 15 tahun/lebih tetapi kurang dari 18 tahun = 6 bulan upah
  • Masa kerja 18 tahun/lebih tetapi kurang dari 21 tahun = 7 bulan upah
  • Masa kerja 21 tahun/lebih tetapi kurang dari 24 tahun = 8 bulan upah
  • Masa kerja 24 tahun atau lebih = 10 bulan upah

Uang Penggantian Hak

Dan terakhir, hak bagi karyawan yang menerima phk dari perusahaan adalah uang penggantian hak. Hal ini diatur dalam UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 156 Ayat (4). Uang penggantian hak yang seharusnya diterima oleh mantan karyawan tersebut sebagai berikut:

  1. Cuti tahunan yang belum sempat diambil atau belum gugur;
  2. Biaya transportasi pekerja (termasuk keluarga) ke tempat dimana ia diterima bekerja (uang ini biasanya diberikan ketika pekerja/karyawan ditugaskan ke lain daerah yang cukup jauh dan sulit dijangkau; perusahaan biasanya memberikan uang ganti transportasi);
  3. Biaya penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan yang ditetapkan 15% dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja (UPMK) bagi yang memenuhi syarat;
  4. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Cara-Menghitung-Uang-Pesangon-PHK-Demo Cara Menghitung Uang Pesangon Karyawan kena PHK

Berikut cara menghitung pesangon secara lengkap :

Alasan PHK Kompensasi Pengaturan di UU Ketenagakerjaan
Mengundurkan diri tanpa tekanan Berhak atas UPH Pasal 162 Ayat (1)
Tidak lulus masa percobaan Tidak berhak kompensasi Pasal 154
Selesainya PKWT Tidak Berhak atas Kompensasi Pasal 154 huruf b
Pekerja melakukan Pelanggaran Perjanjian Kerja, Perjanjian Kerja Bersama, atau Peraturan Perusahaan 1 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH Pasal 161 Ayat (3)
Pekerja mengajukan PHK karena pelanggaran pengusaha 2 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH Pasal 169 Ayat (1)
Pernikahan antar pekerja (jika diatur oleh perusahaan) 1 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH Pasal 153
PHK Massal karena perusahaan rugi atau force majeure 1 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH Pasal 164 (1)
PHK Massal karena Perusahaan melakukan efisiensi. 2 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH Pasal 164 (3)
Peleburan, Penggabungan, perubahan status dan Pekerja tidak mau melanjutkan hubungan kerja 1 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH Pasal 163 Ayat (1)
Peleburan, Penggabungan, perubahan status dan Pengusaha tidak mau melanjutkan hubungan kerja 2 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH Pasal 163 Ayat (2)
Perusahaan pailit 1 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH Pasal 165
Pekerja meninggal dunia 2 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH Pasal 166
Pekerja mangkir 5 hari atau lebih dan telah dipanggil 2 kali secara patut UPH dan Uang pisah Pasal 168 Ayat (1)
Pekerja sakit berkepanjangan atau karena kecelakaan kerja (setelah 12 bulan) 2 kali UP, 2 kali UPMK, dan UPH Pasal 172
Pekerja memasuki usia pensiun opsional Sesuai Pasal 167
Pekerja ditahan dan tidak dapat melakukan pekerjaan (setelah 6 bulan) 1 kali UPMK dan UPH Pasal 160 Ayat (7)
Pekerja ditahan dan diputuskan bersalah 1 kali UPMK dan UPH Pasal 160 Ayat (7)
Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Diskon Harga Produk Saat Belanja

Keterangan :

UP = Uang Pesangon; UPMK = Uang Penghargaan Masa Kerja; UPH = Uang Penggantian Hak

Contoh Kasus Perhitungan Uang Pesangon Karyawan yang kena PHK

Bp. Sarwono adalah karyawan PT. Makmur Jaya yang bergerak dalam bidang peralatan kesehatan dengan masa kerja 14 tahun. Dua tahun terakhir pemesanan terus menurun sehingga perusahaan harus melakukan pengurangan beberapa karyawannya termasuk Bp. Sarwono.  Gaji terakhir yang diterima Bp. Sarwono adalah Rp. 4.300.000,- dengan perincian sbb

  1. Gaji pokok                       : Rp. 2.400.000
  2. Tunjangan Tetap               :
    • Tunjangan masa kerja      : Rp. 400.000
    • Tunjangan jabatan            : Rp. 400.000
  1. Tunjangan Tidak Tetap      :
  • Tunjangan makan             : Rp. 550.000
  • Tunjangan kehadiran        : Rp. 550.000

Bp. Sarwono juga masih memiliki sisa cuti tahunan berbayar yang belum diambil yaitu sebanyak 7 hari. Menurut informasi tersebut, berapa uang pesangon, penghargaan, dan penggantian hak yang harus diterima Bp. Sarwono?

Alasan PHK Bp. Sarwono adalah dikarenakan perusahaan melakukan efisiensi. Seperti yang  dijelaskan pada bagan tabel sebelumnya, maka Bp. Sarwono berhak atas uang pesangon sebanyak 2 kali upah/bulan, uang penghargaan masa kerja 1 kali upah/bulan dan uang penggantian hak.

Total uang pesangon yang diterima Bp. Sarwono untuk masa kerja 14 tahun adalah :

  • Uang pesangon : 2 x pasal 156 ayat 2 = 2 x 9 bulan = 18 bulan
  • Uang penghargaan masa kerja : 1 x pasal 156 ayat 3 = 1 x 5 bulan = 5 bulan
  • Uang penggantian hak : 15% (a+b) + sisa cuti 7 hari belum diambil.

Sesuai ketentuan, untuk menghitung pesangon adalah upah pokok ditambah tunjangan tetap : Rp. 2.400.000  + (Rp. 400.000  + Rp. 400.000) = Rp. 3.200.000

Jadi, uang pesangon 18 bulan = 18 x Rp. 3.200.000  = Rp.57.600.000

Uang penghargaan masa kerja 5 bulan = 5 x Rp. 3.200.000 = Rp. 16.000.000

Uang penggantian hak = 15% (18+5) =15% x 23 x Rp. 3.200.000 = Rp. 11.040.000

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung (Return on Investment) ROI

Sisa cuti 7 hati yang belum diambil = Rp. 3.200.000 : 30 hari x 7 hari = Rp. 746.000

Maka total uang yang diterima oleh Bp. Sarwono adalah sebesar :

a + b + c + sisa cuti = Rp. 57.600.000 + Rp.16.000.000  + Rp.11.040.000 + Rp. 746.600 = Rp. 85.386.600


Kata kunci pencarian :, perhitungan pesangon phk sepihak, cara menghitung pesangon phk 2017, Contoh soal PHK, contoh soal perhitungan phk, kalkulator pesangon phk 2017, soal dan jawaban perhitungan uang pesangon, hak pesangon dan contoh soalnya, pesangon phk sepihak, https://panduancara com/menghitung-uang-pesangon-karyawan-phk/, perhitungan pesangon phk 2017,
Cara Menghitung Uang Pesangon Karyawan kena PHK | adminpc | 4.5
Loading...
loading...