Cara Menghitung Bunga Pinjaman

Thursday, November 9th, 2017 - Ekonomi
Selamat datang di situs tutorial dan panduan cara apapun. Akan dibahas dan diulas secara lengkap dan jelas cara apapun dan pengertian termasuk rumus contoh dan penyelesaian soal serta studi kasus Cara Menghitung Bunga Pinjaman

Dalam menjalankan suatu usaha, tentunya membutuhkan modal. Selain berasal dari uang pribadi, uang modal juga bisa didapatkan dari pinjaman, salah satunya kredit di bank. Akan tetapi bagi Anda yang melakukan pinjaman, perlu tahu cara menghitung bunga pinjaman yang tepat agar bisa memperkirakan berapa yang perlu dibayarkan secara keseluruhan atau per bulan untuk melunasi pinjaman itu.

Jumlah seluruh pelunasan sebuah kredit yang dibayarkan merupakan penjumlahan dari uang yang kita pinjam ditambah dengan bunga, namun untuk bunga ini, banyak yang tidak peduli berapa jumlahnya. Padahal peminjaman untuk sebuah usaha, betapapun kecilnya pengeluaran harus tercatat dan diketahui untuk menentukan apakah perusahaan memiliki jumlah laba yang diharapkan atau tidak.

Sebagian besar orang menganggap bahwa bunga itu terlihat dari jumlah pembayaran dikurangi jumlah pinjaman. Padahal dalam kenyataannya jenis pinjaman dan cara menghitung bunga bisa mempengaruhi total nilai pinjaman. Setiap kredit memiliki tipe bunga yang berbeda. Karena itu tidak ada salahnya untuk mengetahui perhitungan beban bunga yang akan diterima bila melakukan sebuah pinjaman kredit.

Mengetahui cara perhitungan bunga pinjaman dapat membantu kita dalam menganalisis jumlah angsuran atau cicilan yang harus kita bayarkan serta lama angsuran sampai pinjaman terlunasi. Dengan mengetahui hal itu, kita dapat mengatur keuangan kita dengan lebih baik. Pada dasarnya ada tiga jenis pinjaman, yaitu bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas. Di bawah ini akan kami jabarkan bagaimana perhitungan bunga pinjaman dari ketiga jenis bunga itu;

Cara-Perhitungan-Bunga-Pinjaman-KPR Cara Menghitung Bunga Pinjaman

  1. Pinjaman Bunga Flat

Jenis pinjaman pertama ini bisa dibilang paling mudah untuk dihitung dibandingkan dua jenis bunga lainnya. Dengan jenis bunga ini, cara perhitungan bunga ini biasanya digunakan pada bunga kendaraan bermotor atau kredit tanpa agunan. Pada metode bunga flat ini, jumlah bunga yang dibayarkan tiap bulannya memiliki nominal yang sama dari awal hingga akhir atau lunasnya pinjaman.

Bila kita menemukan pinjaman sejenis ini, bisa dipastikan bahwa itu adalah jenis bunga pinjaman flat. Pada jenis bunga ini nilai pinjaman dan bunganya dihitung secara proporsional sesuai dengan waktu tenor pinjaman.

Contoh Soal

Joko melakukan pinjaman kredit tanpa agunan sebesar Rp120 juta dengan jangka waktu kredit 12 bulan, dan dikenakan bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara flat. Lalu berapa jumlah angsuran per bulan yang harus dibayar Joko?

 

Data:

Pokok pinjaman: Rp120.000.000

Bunga per tahun: 10%

Tenor pinjaman: 12 bulan

 

Cicilan pokok:

Rp120.000.000 : 12 bulan = Rp10.000.000/bulan

 

Bunga:

(Rp120.000.000 x 10%) : 12 bulan = Rp1.000.000

 

Angsuran per bulan:

Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Pendapatan Perkapita

Jadi jumlah angsuran yang harus dibayarkan Joko tiap bulannya sebesar Rp 11 juta sejak awal angsuran hingga akhir angsuran tanpa adanya perubahan besaran karena menggunakan metode bunga flat.

Baca Juga : Cara Over Kredit Rumah KPR Jual-Beli

  1. Pinjaman Bunga Efektif

Jenis bunga pinjaman kedua adalah efektif atau yang disebut juga dengan nama sliding rate. Jenis bunga ini biasa diterapkan pada kredit dengan jangka waktu atau tenor yang panjang. Contohnya saat Anda mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA).

Diartikan dengan kata-kata singkat, pinjaman bunga efektif ini berbanding lurus dengan jumlah pinjaman tersisa tiap bulannya. Jenis bunga ini perlu untuk dilakukan perhitungan per bulan berdasarkan jumlah uang yang belum terbayarkan setiap bulannya, semakin lama nilai bunga pinjaman maka semakin rendah sisa pinjaman Anda pada bulan berikutnya.

Dengan nilai bunga yang semakin kecil, maka angsuran yang perlu dibayarkan juga akan semakin kecil tiap bulannya. Berikut cara perhitungan bunga pinjaman jenis efektif;

Joni mengajukan kredit kepemilikan rumah (KPR) sebesar Rp120 juta dengan jangka waktu kredit 12 bulan, dan dikenakan bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara efektif. Berapakah angsuran per bulan yang harus dibayar?

Data:

Pokok pinjaman: Rp120.000.000

Bunga per tahun: 10%

Tenor pinjaman: 12 bulan

Cicilan pokok:

Rp120.000.000 : 12 bulan = Rp10.000.000/bulan

Bunga bulan 1:

((Rp120.000.000 – ((1-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp 1.000.000

Maka, cicilan bulan 1 = Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

Bunga bulan 2:

((Rp120.000.000 – ((2-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp916.667

Maka, cicilan bulan 2 = Rp10.000.000 + Rp916.667 = Rp10.916.667

Bunga bulan 3:

((Rp120.000.000 – ((3-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp833.333

Maka, cicilan bulan 3 = Rp10.000.000 + Rp833.333 = Rp10.833.333

Dan seterusnya, hingga…

Bunga bulan 12:

((Rp120.000.000 – ((12-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp83.333

Maka, cicilan bulan 12 = Rp10.000.000 + Rp83.333 = Rp10.083.333

Dari contoh perhitungan di atas, terlihat ada pengurangan jumlah angsuran yang dibayarkan tiap bulannya oleh Joni. Ini karena penerapan bunga efektif yang membuat bunga semakin kecil bergantung sisa pokok pinjaman.

Menghitung-Bunga-Pinjaman-Uang Cara Menghitung Bunga Pinjaman

  1. Pinjaman Bunga Anuitas

Terakhir adalah jenis pinjaman bunga anuitas. Perhitungan bunga pinjaman ini sebenarnya merupakan modifikasi dari cara perhitungan bunga efektif. Dengan jumlah nilai pembayaran total tiap bulannya berbeda. Perhitungan yang dimiliki sebenarnya lebih membingungkan, karena itu kebanyakan pihak kredit membuat cara perhitungan yang kurang lebih sama dengan perhitungan pada bunga efektif tiap bulan, tapi dengan angsuran pokok yang berbeda.

Bila pada bunga efektif, bunga angsuran pokok berasal dari jumlah pinjaman dibagi dengan tenor kredit, maka pada bunga anuitas ini angsuran pokok didapat dari total angsuran yang telah didapat kemudian dikurangi hasil perhitungan bunga anuitas.

Perhitungan bunga anuitas;

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Bunga Deposito Bank

Angsuran perbulan = P x (i/12) / [1-(1+i/12)^-t]

P = jumlah pinjaman

i = bunga per tahun

t = periode (bulan)

Jhon mengajukan kredit kepemilikan apartemen (KPA) sebesar Rp 120 juta dengan jangka waktu kredit 12 bulan, dan dikenai bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara anuitas. berapakah angsuran per bulan yang harus dibayar?

Data:

Pokok pinjaman: Rp120.000.000

Bunga per tahun: 10%

Tenor pinjaman: 12 bulan

Cicilan pokok:

rumus anuitas: 120.000.000 x (i/12) / [1-(1+i/12)^-t] = Rp10.549.906

Dalam menghitung bunga anuitas, kita perlu melihat pokok pinjaman yang terpakai pada bulan ini untuk melihat sisa pokok pinjaman untuk menentukan bunga pinjaman berikutnya. Dan akan terlihat meski memiliki suku bunga pinjaman yang sama dengan bunga efektif, namun dengan penggunaan metode perhitungan yang berbeda maka hasil yang didapat juga akan berbeda.

Baca Juga : Cara Menghitung NPV

Bunga Tetap dan Mengambang

Pada ketiga jenis perhitungan bunga pinjaman di atas menggunakan cara perhitungan sistem bunga tetap atau fixed. Namun perlu diketahui juga apakah ketika menerima pinjaman kita dikenakan jenis bunga tetap atau mengambang (floating).

Kenaikan-Suku-Bunga-Cara-Menghitung-Bunga-Pinjaman Cara Menghitung Bunga Pinjaman

  1. Bunga Tetap

Secara sederhana adalah bunga yang diberikan kepada kreditur dalam tenor kredit tidak berubah-ubah. Persentase bunga tetap akan selalu sama dari awal pinjaman hingga pelunasan tagihannya. Jadi misalnya pada pinjaman telah ditetapkan suku bunganya adalah 10 persen, angka tersebut akan terus dipakai sampai pinjaman tersebut berakhir.

Contoh perhitungan;

Widodo mengajukan kredit KPR sebesar Rp 500 juta dengan jangka waktu kredit 12 bulan, dan dikenakan bunga pinjaman sebesar 10% secara fixed 3 tahun per tahun efektif. Berapakah angsuran per bulan yang harus dibayar Dimas selama periode tersebut?

 

Data:

Pokok pinjaman: Rp500.000.000

Bunga per tahun: 10%

Tenor pinjaman: 36 bulan

 

Cicilan pokok:

Rp500.000.000 : 36 = Rp13.888.889

 

Bunga bulan 1:

((500.000.000 – ((1-1) x 13.888.889)) x 10% : 12 = Rp4.166.667

Maka, cicilan bulan ke 1 = 13.888.889 + 4.166.667 = Rp18.055.556

Bunga bulan 2:

((500.000.000 – ((2-1) x 13.888.889)) x 10% : 12 = Rp4.050.926

Maka, cicilan bulan ke 2 = 13.888.889 + 4.050.926 = Rp17.939.815

Bunga bulan 3:

((500.000.000 – ((3-1) x 13.888.889)) x 10% : 12 = Rp3.395.185

Maka, cicilan bulan ke 3 = 13.888.889 + 3.395.185= Rp17.824.074

Dan seterusnya, hingga…

Bunga bulan 36:

((500.000.000 – ((36-1) x 13.888.889)) x 10% : 12 = Rp115.741

Maka, cicilan bulan ke 36 = 13.888.889 + 115.741 = Rp14.004.630

Dari perhitungan itu terlihat bahwa besaran bunga dari bulan 1 sampai bulan 36 adalah sama besar yaitu sebesar 10%.

  1. Bunga Mengambang

Jenis bunga mengambang ini sangat dipengaruhi oleh pergerakan kondisi pasar. Jika persentase bunga pasaran sedang menurun, bunga pinjaman Anda juga akan ikut turun. Sebaliknya, apabila ada kenaikan suku bunga, Anda akan terkena imbasnya sebab pinjaman Anda akan dibebankan bunga yang lebih tinggi, sesuai dengan dinamika pasar.

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Laju Inflasi yang Biasa Digunakan

Contoh perhitungan;

Joko mengajukan kredit KPR sebesar Rp 500 juta dengan jangka waktu kredit 12 tahun, dan dikenakan bunga pinjaman sebesar 10% secara fixed 3 tahun per tahun efektif, dan sisanya adalah floating rate hingga tenor pinjaman berakhir. Berapakah angsuran per bulan yang harus dibayar Joko selama periode floating tersebut?

Diasumsikan bahwa besaran bunga dari bulan 1 sampai bulan ke 36 adalah sama besar sebesar 10%, sementara untuk tahun ke 4 sampai ke 7 sebesar 12%, dan di tahun ke 8 hingga tenor selesai dikenakan bunga sebesar 14%.

Tenor tahun ke-4 sampai tahun ke-7 (bulan ke 37 hingga bulan ke 84)

Data:

Pokok pinjaman: Rp500.000.000

Bunga per tahun: 10%

Tenor pinjaman: 48 bulan (bulan ke 37 hingga bulan ke 84)

 

Cicilan pokok:

500.000.000 : 48 = Rp10.416.667

Bunga bulan 37:

((500.000.000 – ((1-1) x 10.416.667)) x 10% : 12 = Rp4.166.667

Maka, cicilan bulan ke 37 = 10.416.667 + 4.166.667 = Rp14.583.333

Bunga bulan 38:

((500.000.000 – ((2-1) x 10.416.667)) x 10% : 12 = Rp4.079.861

Maka, cicilan bulan ke 2 = 10.416.667 + 4.079.861 = Rp14.496.528

Dan seterusnya, hingga…

Bunga bulan 84:

((500.000.000 – ((48-1) x 10.416.667)) x 10% : 12 = Rp86.806

Maka, cicilan bulan ke 36 = 10.416.667 + 86.806= Rp10.503.472

Tenor tahun ke-8 sampai tahun ke-10 (bulan ke 85 hingga bulan ke 120)

Data:

Pokok pinjaman: Rp500.000.000

Bunga per tahun: 10%

Tenor pinjaman: 36 bulan (bulan ke 85 hingga bulan ke 120)

Cicilan pokok:

500.000.000 : 36 = Rp13.888.889

Bunga bulan 85:

((500.000.000 – ((1-1) x 13.888.889)) x 10% : 12 = Rp4.166.667

Maka, cicilan bulan ke 1 = 13.888.889 + 4.166.667 = Rp18.055.556

Bunga bulan 86:

((500.000.000 – ((2-1) x 13.888.889)) x 10% : 12 = Rp4.050.926

Maka, cicilan bulan ke 2 = 13.888.889 + 4.050.926 = Rp17.939.815

Dan seterusnya, hingga…

Bunga bulan 120:

((500.000.000 – ((36-1) x 13.888.889)) x 10% : 12 = Rp115.741

Maka, cicilan bulan ke 36 = 13.888.889 + 115.741 = Rp14.004.630

Pada perhitungan menggunakan jenis bunga mengambang ini kita bisa mendapat untung bila suku bunga di pasar tengah turun, namun mengalami kerugian bila suku bunga di pasar naik.

Itulah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara menghitung suku bunga pinjaman kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca, sampai bertemu di kesempatan berikutnya mengenai berbagai cara lainnya.


Kata kunci pencarian :, cara menghitung bunga pinjaman koperasi, xontoh form perhitunan mengenai jumlah kredit bunga pokok dan total yang dibayar dan sisa kredit, cara menghitung bunga pinjaman per bulan, Cara menghitung bunga pin, cara menghitung bunga koperasi, rumus mtk bunga pinjaman per bulan, perhitungan suku bunga koperasi simpan pinjam dengan bunga 10% dan angsuran mingguan, cara menghitung bunga di koperasi, rumus mencari suku bunga pinjaman, cara mengetahui bunga pinjaman,
Cara Menghitung Bunga Pinjaman | adminpc | 4.5
Loading...
loading...