Cara Menghitung Upah Kerja Lembur

Friday, December 1st, 2017 - Wirausaha
Selamat datang di situs tutorial dan panduan cara apapun. Akan dibahas dan diulas secara lengkap dan jelas cara apapun dan pengertian termasuk rumus contoh dan penyelesaian soal serta studi kasus Cara Menghitung Upah Kerja Lembur

Dalam suatu perusahaan ataupun usaha, tidak jarang memiliki pesanan yang berlebih dengan batas waktu yang ketat. Untuk memenuhi pesanan tersebut, perusahaan sering memberlakukan jam lembur pada para karyawannya. Pembahasan kali ini kita akan melihat cara menghitung ubah lembur.

Dalam pembayaran upah lembur atau overtime sudah ada peraturannya yang diatur oleh undang-undang sehingga uang yang diterima oleh karyawan bisa dihitung sendiri tanpa menunggu akhir bulan untuk mengetahui berapa jumlah yang akan didapatkan nanti.

Sebagian karyawan menyukai adanya kerja lembur karena mereka akan mendapatkan upah tambahan, namun sebagian juga tidak menyukainya karena waktu lembur adalah saat biasanya mereka pulang kerja, namun masih harus bekerja.

Di sisi perusahaan sendiri, lembur dilakukan untuk mengejar target produksi yang biasanya dilakukan ketika mendapatkan pesanan lebih besar. Dan sebagai pihak manajer, harus mengetahui regulasi dan ketentuan dalam mengatur kerja lembur itu sendiri.

Kerja-Kantor Cara Menghitung Upah Kerja Lembur

Alasan Terjadinya Lembur

  1. Adanya pesanan (order) yang melebihi kapasitas produksi pada waktu kerja normal, sehingga diperlukan jam tambahan.
  2. Kurangnya tenaga terja yang menyebabkan tenaga kerja lainnya harus mengerjakan pekerjaan yang lebih untuk menutupi kekurangan tersebut.
  3. Adanya kerusakan mesin atau peralatan produksi maupun permasalahan lainnya yang mengganggu kelancaran produksi.
  4. Kekurangan material pada saat waktu produksi sehingga diperlukan waktu kerja lebih untuk menutupi kekurangan jumlah produksi saat material tiba.
  5. Rendahnya produktivitas kerja.

Di Indonesia sendiri, jam kerja karyawan sudah diatur dalam undang-undang,

UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan khususnya pada Pasal 77 ayat 1 dengan bunyi sebagai berikut :

  1. 7 (tujuh) Jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau
  2. 8 (delapan) Jam 1 (hari) dan 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.
Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Payback Period (PP)

Lalu bagaimana perhitungan upah lembur itu sendiri? Perhitungan Overtime (Lembur) juga diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan No. KEP.102/MEN/VI/2004. Dalam Pasal 8 yang mengatur perhitungan upah lembur:

Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Kerja

PERHITUNGAN UPAH LEMBUR PADA HARI KERJA
Jam Lembur Rumus Keterangan
Jam Pertama 1,5  X 1/173 x Upah Sebulan Upah Sebulan adalah 100% Upah bila upah yang berlaku di perusahaan terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap.
Jam Ke-2 & 3 2   X 1/173 x Upah Sebulan Atau 75% Upah bila Upah yang berlaku di perusahaan terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Dengan ketentuan Upah sebulan tidak boleh lebih rendah dari upah minimum

Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Libur/Istirahat

 

PERHITUGAN UPAH LEMBUR PADA HARI LIBUR/ISTIRAHAT
JAM LEMBUR KETENTUAN UPAH LEMBUR RUMUS
6 Hari Kerja per minggu (40 Jam/Minggu)
7 Jam pertama 2 Kali Upah/Jam 7 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan
Jam Ke 8 3 Kali Upah/jam 1 jam x 3 x 1/173 xupah sebulan
Jam Ke-9 s/d Jam ke-10 4 Kali Upah/Jam 1 jam X 4 x 1/173 x upah sebulan
Hari Libur Resmi Jatuh Pada Hari Kerja Terpendek misal Jum’at
5 Jam pertama 2 X Upah/jam 5 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-6 3 X Upah/jam 1 jam x 3 x 1/173 xupah sebulan
Jam Ke-7 & 8 4 X Upah/jam 1 jam X 4 x 1/173 x upah sebulan
5 Hari Kerja per minggu (40 Jam/Minggu)
8 Jam pertama 2 Kali Upah/Jam 8 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-9 3 Kali Upah/jam 1 jam x 3 x 1/173 xupah sebulan
Jam ke-10 s/d Jam ke-11 4 Kali Upah/Jam 1 jam X 4 x 1/173 x upah sebulan

Mengapa harus dibagi 173 ?

173 adalah Rata-rata Jam Kerja dalam sebulan, berikut ini cara perhitungannya :

Jam Kerja per Minggu : 40 Jam
Jumlah minggu dalam setahun : 52 minggu
Jadi Jam kerja per tahun : 2080 Jam (40 x 52)
Rata-rata Jam Kerja per bulan : 173 (2080 Jam/12 bulan)

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Diskon Harga Produk Saat Belanja

Rumus Hitung Contoh Kasus 1

Jam kerja Manda adalah 8 jam sehari/40 jam seminggu. Ia harus melakukan kerja lembur selama 2 jam/hari selama 2 hari. Gaji yang didapat Manda adalah Rp. 2.000.000/bulan termasuk gaji pokok dan tunjangan tetap. Berapa upah lembur yang didapat Manda?

Manda hanya melakukan kerja lembur total adalah 4 jam. Take home pay Manda berupa Gaji pokok dan tunjangan tetap berarti Upah sebulan = 100% upah

Sesuai dengan rumus maka Upah Lembur Manda :

Lembur jam pertama :

2 jam x 1,5 x 1/173 x Rp. 2.000.000 = Rp. 34.682

Lembur jam selanjutnya :

2 jam x 2 x 1/173 x Rp. 2.000.000 = Rp. 46.243

Total uang lembur yang didapat Manda adalah

Rp. 34.682 + Rp. 46.243 = Rp. 80.925

Contoh Kasus 2

Andi biasa bekerja selama 8 jam kerja/hari atau 40 jam/minggu. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari istirahat Andi. Akan tetapi perusahaan Andi memintanya untuk masuk di hari Sabtu selama 6 jam kerja. Gaji Andi sebesar Rp. 2.800.000/bulan yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Lalu, berapa uang lembur yang patut didapat Andi yang bekerja selama 6 jam di hari liburnya?

Andi melakukan kerja lembur di hari liburnya total 6 jam. Take home pay Andi berupa Gaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap berarti Upah sebulan = 75% upah sebulan = 75% x Rp. 2.800.000 = Rp. 2.100.000.

Apabila waktu kerja lembur jatuh pada hari libur/istirahat, upah lembur dihitung 2 kali upah/jam untuk 8 jam pertama kerja.

Sesuai dengan rumus maka Upah Lembur Andi :

6 jam kerja x 2 x 1/173 x Rp. 2.100.000 = Rp. 145. 665

Contoh Kasus 3

Seorang operator produksi dengan gaji bulanan Rp 3.000.000,- diminta oleh perusahaan melakukan Lembur (overtime) pada hari kerja biasa (contohnya Hari Senin) selama 4 Jam. Berapakah upah lembur yang harus dibayar oleh perusahaan?

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung (Return on Investment) ROI

Upah Lembur per Jam : Rp 17.341 (Rp 3.000.0000 / 173)
Jam Pertama  : Rp 26.011 (Rp 17.341 x 1,5)
Jam Kedua      : Rp 34.682 (Rp 17.341 x 2)
Jam Ketiga      : Rp 34.682 (Rp 17.341 x 2)
Jam Keempat : Rp 34.682 (Rp 17.341 x 2)
Total                : Rp 130.057,-
Jadi Perusahaan yang bersangkutan harus membayar upah lembur sebanyak Rp 130.057 kepada operator tersebut.

Contoh Kasus 4

Seorang operator produksi dengan gaji bulanan Rp 3.000.000,00 diminta oleh perusahaan melakukan Lembur (overtime) pada hari minggu selama 8 jam. Berapakah upah lembur yang harus dibayar oleh perusahaan ?

Upah Lembur per Jam : Rp 17.341 (Rp 3.000.000 / 173)
Jam Pertama sampai Jam ketujuh : Rp 242.774 (Rp 17.341 x 2 x 7)
Jam kedelapan                                   : Rp 52.023 (Rp 17.341 x 3)
Total : Rp 294.797,-
Jadi Perusahaan yang bersangkutan harus membayar upah lembur sebanyak Rp 294.797,- kepada operator tersebut.

Contoh Simulasi Perhitungan Upah Lembur

Simulasi-Perhitungan-Upah-Lembur-1 Cara Menghitung Upah Kerja Lembur

Simulasi-Perhitungan-Upah-Lembur-2 Cara Menghitung Upah Kerja Lembur

Simulasi-Perhitungan-Upah-Lembur-3 Cara Menghitung Upah Kerja Lembur


Kata kunci pencarian :, rumus matematika menghitung upah lembur, Contoh soal upah gaji karyawan pada hari libur, rumus jam lembur matematika, contoh soal perhitungan upah, cara menghitung gaji pokok matematika, soal cerita mtk tentang menghitung lembur gaji karyawan, Mencari 4umus gaji lembur fungsi matematika, cara hitung over time, mtk cara menghitung lembur, pengertian upah lembur,
Cara Menghitung Upah Kerja Lembur | adminpc | 4.5
Loading...
loading...