Cara Menghitung (Return on Investment) ROI

Sunday, October 29th, 2017 - Wirausaha
Selamat datang di situs tutorial dan panduan cara apapun. Akan dibahas dan diulas secara lengkap dan jelas cara apapun dan pengertian termasuk rumus contoh dan penyelesaian soal serta studi kasus Cara Menghitung (Return on Investment) ROI

Bagi penggiat kegiatan ekonomi, cara menghitung return on investmen atau yang juga disingkat ROI merupakan salah satu hal yang wajib. Pasalnya, dalam setiap membangun usaha, hal ini harus benar-benar dihitung untuk melihat peluang usaha apakah menguntungkan dan mendapatkan untung yang lebih tinggi lagi.

Tidak hanya itu, kita juga dapat menghitung apakah usaha yang akan dijalani memberikan keuntungan atau tidak. Karena itulah, dalam membuka usaha, kita harus tahu mengenai tingkat keuntungan akan investasi yang dilakukan dalam bisnis. Tidak hanya untuk pebisnis langsung, perhitungan rumus return on investment ini juga penting bagi para investor dalam memberikan dana kepada rekanan bisnis mereka, apakah benar bisnis yang akan mendapat suntikan dana akan memberikan keuntungan yang sesuai nantinya atau tidak.

Pengertian ROI

Bagi yang kurang mengerti akan ROI sendiri merupakan singkatan dari Return on Investment atau yang juga disebut ROR (Rate on Return) yang dalam bahasa lebih mudah lagi disebut laba atas investasi atau rasio uang yang akan didapat atau hilang saat melakukan investasi dibanding jumlah uang yang diinvestasikan. ROI juga dikenal sebagai tingkat laba dari investasi (rate of profit) atau hasil investasi.

Paling mudah dimengerti bila disebut sebagai bunga atau laba/rugi. Investasi ini bisa berupa uang menjadi aset, modal, pokok, dan berbagai hal lainnya. ROI sendiri pada dasarnya hadir dalam bentuk persentase, bukan dalam bentuk nilai desimal.

Meski begitu, pada ROI tidak memberikan informasi mengenai berapa lama investasi yang ditanamkan memberikan hasil. Biasanya ROI sering dinyatakan dalam jangka setahun tau juga satu tahun kalender atau fiskal.

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Uang Pesangon Karyawan kena PHK

Pendapatan yang dihasilkan dapat berupa arus kas yang diterima setiap periode atau pendapatan dalam jumlah besar (lumpsum). Dalam beberapa investasi, jumlah dana atau pendapatan yang dihasilkan disebut juga dengan yield.

Dalam setiap teknik analisa pastinya memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri, tidak terkecuali teknik analisa perhitungan ROI. Berikut ini kelebihan dan kelemahannya;

Kegunaan Analisa ROI (Return on Investment)

1 Pada perusahaan yang menjalankan praktik akuntansi dengan baik, maka penggunaan manajemen teknik analisa ROI dapat membantu mengukur efisiensi penggunaan modal yang bekerja, efisiensi produk dan efisiensi penjualan.

2 Pada perusahaan yang memiliki data industri sehingga dapat diperoleh rasio industri, maka dengan analisa ROI dapat dibandingkan efisiensi penggunaan modal pada perusahaannya dengan perusahaan lain yang sejenis, sehingga dapat diketahui apakah perusahaannya berada di bawah, sama, atau di atas rata-rata. Hal ini membantu mengetahui di mana kelemahan dan keunggulan perusahaan dibandingkan para pesain dari perusahaan lain yang sejenis.

3 Dengan ROI ini juga mampu melihat efisiensi dari tiap divisi atau bagian perusahaan dalam mengalokasikan semua biaya dan modal.

4 Perhitungan ROI ini juga berguna untuk melakukan kontrol dan perencanaan. Perhitungan ini dapat digunakan sebagai dasar ketika perusahaan akan melakukan ekspansi.

Kelemahan analisa ROI

1 Mengenai kelemahan perhitungan ROI salah satunya adalah sulitnya membandingkan ROI satu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis. Hal ini dikarenakan teknik akuntansi yang digunakan tiap perusahaan berbeda-beda. Dengan perbedaan metode yang digunakan dalam menilai aktiva antar perusahaan akan memberikan gambaran yang salah.

2 Kelemahan selanjutnya adalah pada fluktuasi nilai uang (daya beli).

Cara Menghitung ROI

Dalam menghitung ROI sebenarnya tidak terlalu rumit. Ada rumus cara menghitung ROI tersendiri, seperti yang ada di bawah ini;

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Upah Kerja Lembur

Rumus ROI : (Total Penjualan – Investasi ) / Investasi x 100%

Contoh kasusnya, jika kita melakukan investasi sebesar Rp 10 juta yang menghasilkan penjualan sebanyak Rp 15 juta, maka laba yang diperoleh sebesar Rp 5 juta.

Bila diruntun secara sederhana pada perhitungan ROI dalam persentase adalah;

((Rp 15.000.000 – Rp 10.000.000) / Rp 10.000.000) x 100% adalah sebesar 50%.

Ini berarti tingkat ROI yang diperoleh dengan model Rp 10 juta adalah 50%

Dalam melakukan usaha, memang penting dalam menghitung ROI secara akurat untuk melihat kepastian apakah usaha yang dijalani memang dapat dikembangkan dan terus mendapat untung atau tidak. Setiap melakukan bisnis atau usaha, penting untuk memperhatikan jumlah dana yang harus disuntikkan untuk mencapai target penjualan yang diinginkan.

Dengan perhitungan ROI, jumlah margin keuntungan yang diperoleh bisa dilihat. Apakah jika investasi yang ditanamkan lebih banyak memiliki keuntungan lebih atau malah lebih sedikit. Patokan ini biasanya yang diacu apakah jenis usaha itu bisa berkembang atau tidak.

Contoh kasus nya, misal investasi A sebanyak Rp 1000 menghasilkan keuntungan sebanyak Rp 100 dengan nilai ROI 10 %, dibandingkan investasi B Rp 100 memiliki laba Rp 50 dengan nilai ROI yang lebih besar mencapai angka 50 %.

Dari situ terlihat investasi B dengan jumlah investasi lebih kecil namun dengan rasio ROI yang jauh lebih besar dibandingkan pada investasi A. Dilihat dari data itu, investasi B lebih baik dibandingkan investasi A dan tentu saja akan menarik lebih banyak para penanam modal investasi dibandingkan investasi A.

Contoh selanjutnya;

1 Bapak A membeli sebuah rumah sebesar 500.000.000 dan mengeluarkan uang dimuka (DP) sebesar 100.000.000. Bapak A sangat beruntung karena rumahnya disewa oleh sebuah perusahaan dan Bapak A mendapatkan pendapatan sebesar 15.000.000 per tahun. Maka ROI investasi rumah yang dilakukan Bapak A adalah 15% (15.000.000 / 100.000.000).

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Payback Period (PP)

2 Sebagai contoh, tahun lalu Pak Budi berinvestasi di produk A tiap bulan 5 juta Rupiah. Dalam satu tahun, jumlah investasi Pak Budi sebesar 60 juta. Kita asumsi biaya produk A sebagai berikut:

  • Biaya transaksi per bulan 1%: Rp. 50.000,-. Per tahun menjadi Rp.600.000,-
  • Biaya pengelolaan per tahun 3%: 3% x Rp.60.000.000 = Rp.1.800.000,-

Lalu, kita asumsi tahun lalu produk A mencatat keuntungan 10% per tahun, yaitu Rp. 6.000.000,-. Disini kita mengasumsi pajak sebesar 10% dari keuntungan yang didapat, yaitu sebesar Rp. 600.000,-. Sehingga dari rumus diatas kita masukkan sebagai berikut:

Variabel Angka
InvestasiAwal: 12 x 5 juta Rp. 60.000.000
BiayaTotal: Rp.600.000 + Rp.1.800.000 + Rp. 600.000 Rp.   3.000.000
TotalKapital: 60 juta + 3 juta Rp. 63.000.000
Laba: 10% x 60 juta Rp.   6.000.000
ROI: 6 juta / 63 juta x 100% 9,5 %

Dari contoh ini kita bisa melihat bahwa ROI Pak Budi sebesar 9,5%. Akan tetapi ROI ini bukanlah ROI bersih, dikarenakan kita belum memasukan nilai inflasi. Bila rata-rata inflasi adalah kurang lebih 6,5%. Maka penghitungan ROI yang sesungguhnya adalah:

ROI = 9,5% – 6,5% = 3%

Dalam hal ini, Pak Budi sesungguhnya mendapatkan keuntungan bersih dari berinvestasi sebesar 3%. Oleh karena itu, sebagai investor kita seharusnya memasukan inflasi untuk perhitungan ROI.


Kata kunci pencarian :, rumus roi, contoh soal roi dan penyelesaiannya, contoh soal ROI, contoh soal menghitung ROI, https://panduancara com/cara-menghitung-return-on-investment-roi/, contoh soal return on investment, contoh soal roi akuntansi manajemen, contoh perhitungan roi perusahaan, rumus return on investment, cara menghitung roi,
Cara Menghitung (Return on Investment) ROI | adminpc | 4.5
Loading...
loading...