Cara Menghitung Pendapatan Perkapita

Wednesday, November 1st, 2017 - Ekonomi
Selamat datang di situs tutorial dan panduan cara apapun. Akan dibahas dan diulas secara lengkap dan jelas cara apapun dan pengertian termasuk rumus contoh dan penyelesaian soal serta studi kasus Cara Menghitung Pendapatan Perkapita

Selamat datang di situs kami, panduan cara, tempat mengulas berbagai informasi dan cara menguraikan berbagai contoh soal yang ada terkait dalam bidang pembahasan. Kali ini kita akan membahas mengenai cara menghitung pendapatan per kapita yang benar.

Pendapatan perkapita merupakan salah satu informasi penting pada bidang ekonomi yang biasa menjadi tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan suatu negara. Meski begitu pendapatan perkapita ini tidak bisa secara langsung dilihat dari besar kecilnya GDP atau GNP. Hal ini dikarenakan pada GPD dan GNP tidak ditunjukkan berapa jumlah penduduk yang termasuk pada data itu.

Bila dilihat, GNP di Indonesia terlihat tinggi pada tahun 1999, dimana lebih tinggi dibandingkan pada negara tetangga, Malaysia, yaitu 130,600 juta dollar, namun Malaysia nyatanya lebih makmur karena hanya menghidupi 22 juta penduduk, jauh lebih rendah dari Indonesia yang harus menghidupi 204 juta penduduk.

Di Indonesia sendiri pada tahun 2016 yang lalu pendapatan perkapita mengalami kenaikan menjadi Rp 47,96 juta per kapita per tahun. Angka ini mengalami kenaikan dari sisi pendapatan per kapita per tahun dari tahun 2015 sebesar Rp 45,14 juta dan pada tahun 2014 Rp 41,92 juta. Jika dikonversi menjadi USD, maka pendapatan per kapita negara kita sebesar US$ 3.605,06.

“PDB pada 2016 Rp 47,96 juta per kapita per tahun. Kalau kita gunakan dolar setara US$ 3.605, lebih tinggi dari 2015 dan 2014,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin ( 6/2/2017).

Pengertian Pendapatan Per Kapita

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai pendapatan per kapita, kita perlu tahu lebih mendalam dulu mengenai hal ini. Pendapatan per kapita merupakan besaran pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Hasil nilai pendapatan perkapita ini sendiri berasal dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan per kapita juga merefleksikan PDB per kapita.

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung NPV (NET PRESENT VALUE)

Pendapatan-per-kapita-Para-Pekerja-Buruh-Pabrik Cara Menghitung Pendapatan Perkapita

Manfaat perhitungan pendapatan per kapita;

  1. Mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat suatu Negara dari waktu ke waktu.
  2. Membandingkan tingkat kesejahteraan antara Negara satu dengan Negara lainnya.
  3. Sebagai pedoman bagi pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi.
  4. Mengelompokkan berbagai Negara ke dalam beberapa tingkat pendapatan.

Pendapatan perkapita digunakan sebagai;

  1. indikator kesejahteraan negara,

Angka pendapatan perkapita bisa digunakan untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu negara.

Contonya, misalkan pendapatan nasional Negara A dengan Negara B adalah sama, yaitu Rp.100 milyar. Namun Negara A mempunyai jumlah penduduk 5 juta sedangkan Negara B memiliki jumlah penduduk 10 juta. Terlihat jelas bahwa tingkat kemakmuran Negara A tidak sama dengan Negara B, karena Negara B penduduknya dua kali lebih banyak, meskipun pendapatan nasional kedua Negara tersebut sama. apabila dibagi dengan jumlah penduduknya, pendapatan penduduk Negara A jauh lebih besar daripada pendapatan penduduk Negara B.

  1. standar pertumbuhan kemakmuran negara,

Pendapatan perkapita bisa jadi standar umum untuk membandingkan tingkat kemakmuran atau kesejahteraan dari tahun ke tahun. Contohnya, Negara J memiliki pendapatan perkapita sebesar Rp 10 milyar. Pada periode berikutnya, meningkat menjadi 15 milyar. Bila harga barang pada periode sebelumnya Rp 100.000 kemudian sekarang menjadi Rp 150.000. peningkatan pendapatan perkapita tersebut menjadi tidak ada artinya karena daya beli masyarakat tidak bertambah. Dengan begitu dapat dikatakan dibandingkan dengan tingkat harga periode sebelumnya, secara riil pendapatan perkapita Negara J tidak berubah.

  1. perbandingan tingkat kemakmuran antar negara,

Penggunaan lain pendapatan per kapita adalah membandingkan tingkat kemakmuran suatu Negara dari tahun ke tahun dengan negara lain. Dengan menetapkan standar pendapatan perkapita, maka Negara-negara di dunia dapat dikelompokkan ke dalam Negara berpendapatan rendah, menengah atau tinggi.

  1. kelompok negara berdasarkan pendapatan per kapita
Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung SHU Koperasi Simpan Pinjam

Berdasarkan pada pendapatan per kapita, Bank Dunia pada tahun 2001 menetapkan kelompok negara, diantaranya;

  1. Kelompok Negara berpendapatan rendah (low income economies)
  2. Kelompok Negara berpendapatan menengah bawah (lower-middle income economies)
  3. Kelompok Negara berpendapatan menengah (middle income economies)
  4. Kelompok Negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income economies)
  5. Kelompok Negara berpendapatan tinggi (high income economies)

Rumus Pendapatan per kapita

Untuk mendapatkan nilai dari pendapatan per kapita suatu negara, ada rumus tersendiri yang akan dijelaskan berikut ini;

Cara-Rumus-Pendapatan-Per-Kapita Cara Menghitung Pendapatan Perkapita

GDP = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor – impor)

GDP = C + I + G + (X – M)

 

GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri

GNP = PDB – PPLN + PPDN

GNP = PDB + PPPN

Dalam menghitung pendapatan perkapita ada dua cara melakukannya;

  1. Berdasarkan harga yang sedang berlangsung. Jika kita melakukan perhitungan berdasarkan pada harga yang berlaku, hasil yang didapat disebut dengan pendapatan perkapita nominal. Sesuai namanya, pendapatan per kapita nominal adalah pendapatan per kapita yang tidak memperhitungkan kenaikan penurunan harga.
  2. Berdasarkan harga tetap. Hasil perhitungan ini disebut dengan pendapatan per kapita riil. Pendapatan perkapita riil ini berbeda dengan pendapatan per kapita riil, telah memperhitungkan tingkat kenaikan dan penurunan harga, namun karena terus berubahnya pasar, data yang didapat juga cepat berubah.

Contohnya, pada negara I di tahun 2000 memiliki pendapatan per kapita sebesar Rp 1 juta. Pada tahun berikutnya, 2001, pendapatan perkapita yang dimiliki mengalami kelonjokan drastis hingga tiga kali lipat menjadi Rp 3 juta.

Lalu apakah benar daya beli masyarakat mengalami kenaikan sebanyak tiga kali lipat? Ternyata setelah dihitung, pada tahun 2001 daya beli masyarakat masih tetap sama dengan tahun 2000. Hal ini dikarenakan meski pendapatan per kapita mengalami peningkatan sebanyak tiga kali lipat, namun berbagai harga juga mengalami kenaikan tiga kali lipat. Seperti misal barang dan jasa pada tahun 2000 dapat dibeli dengan harga hanya Rp 1000,- namun pada tahun 2001 barang yang sama harus dibeli dengan harga Rp 3.000,-.

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Pendapatan Nasional (GDP, GNP, NNI, PI, DI)

Hal ini berarti menunjukkan kenaikan nominal angka itu tidak menaikkan kesejahteraan masyarakat. Berarti pendapatan per kapita riil masyarakat tidak mengalami perubahan. Dari penjelasan ini diketahui bahwa makin makmurnya masyarakat harus dilihat dari nilai pendapatan per kapita riil, bukan dari pendapatan perkapita nominal.

Untuk memahami lebih jelas, berikut contoh soalnya;

Contoh pada tahun 2000, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 205 juta, pendapatan per kapita riil dan nominal adalah;

  1. Pendapatan per kapita riil = 373.073,6 miliar rupiah : 205.000.000 = Rp 0,001819871 miliar

Ini berarti pendapatan perkapita riil di Indonesia tahun 200 sebesar Rp 1.819.871,-

Pendapatan tersebut merupakan pendapatan rata-rata satu tahun yang dimiliki orang di Indonesia

  1. Pendapatan per kapita nominal = 1.201.4278 miliar rupiah : 205.000.000 = Rp 0,005860623 miliar rupiah

Dari perhitungan di atas memperlihatkan pada pendapatan perkapita riil Indonesia pada tahun 2000 sebesar Rp1.819.871,- sedangkan pendapatan per kapita nominal sebesar Rp5.860.623,-, jumlah yang tiga kali lipat lebih tinggi dari pendapatan per kapita riil. Pendapatan per kapita nominal terlihat memiliki angka yang lebih besar dibandingkan pendapatan perkapita riil yang menunjukkan bahwa harga mengalami kenaikan (inflasi) sebesar tiga kali lipat.

Itulah penjelasan, cara, pengertian contoh dari perhitungan pendapatan perkapita yang bisa kami jabarkan, semoga informasi ini dapat membantu para pembaca yang bisa jadi pelajar yang membutuhkannya karena tugas ataupun hanya orang yang penasaran. Sampai bertemu di kesempatan lain.


Kata kunci pencarian :, contoh soal pendapatan perkapita, cara menghitung pendapatan perkapita, rumus pendapatan perkapita, soal pendapatan perkapita, menghitung pendapatan perkapita, contoh soal pendapatan perkapita dan jawabannya, contoh soal pendapatan perkapita dan pembahasannya, contoh soal menghitung pendapatan perkapita, rumus pendapatan perkapita dan contoh soal, cara mencari pendapatan perkapita,
Cara Menghitung Pendapatan Perkapita | adminpc | 4.5
Loading...
loading...