Cara Menghitung Payback Period (PP)

Thursday, November 9th, 2017 - Wirausaha
Selamat datang di situs tutorial dan panduan cara apapun. Akan dibahas dan diulas secara lengkap dan jelas cara apapun dan pengertian termasuk rumus contoh dan penyelesaian soal serta studi kasus Cara Menghitung Payback Period (PP)

Pada kesempatan kali ini di panduancara akan membahas mengenai Payback Period (PP) atau yang juga disebut periode pengembalian mulai dari pengertian, cara menghitung, rumus hingga contoh perhitungannya. Sebelum melangkah lebih lanjut, kita perlu tahu apa itu yang disebut dengan Payback Period sendiri.

Pengertian Payback Period

Payback period adalah jangka waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan melalui keuntungan dari suatu bisnis atau usaha yang diberikan investasi itu. Menurut para ahli sendiri, seperti Abdul Choliq (2004) payback period dapat diartikan sebagai jangka waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan, melalui keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek yang telah direncanakan.

Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2004) payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows).

Pakar lain, Djarwanto Ps (2003) menyatakan bahwa payback period lamanya waktu yang diperlukan untuk menutup kembali original cash outlay.

Dari pengartian para ahli itu, dapat diuraikan bahwa payback period dapat diartikan sebagai panjang waktu suatu investasi yang diperlukan sebelum dana investasi yang telah ditanamkan dapat diperoleh kembali secara menyeluruh. Analisis payback period ini digunakan untuk melihat seberapa lama sebuah investasi dapat mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan. Metode analisis Payback Period ini bertujuan untuk mencari lama investasi suatu proyek atau bisnis dalam mendapatkan kondisi break even point (BEP).

rumus-payback-period-dan-perhitungannya Cara Menghitung Payback Period (PP)

Rumus Payback Periode

Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya berbeda

Payback Period=n+(a-b)/(c-b) x 1 tahun

n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi mula-mula

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Diskon Harga Produk Saat Belanja

a = Jumlah investasi mula-mula

b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n

c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1

Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya sama

Payback Peiod=(investasi awal)/(arus kas) x 1 tahun

 

  • Periode pengembalian lebih cepat : layak
  • Periode pengembalian lebih lama : tidak layak
  • Jika usulan proyek investasi lebih dari satu, maka periode pengembalian yang lebih cepat yang dipilih

Kelebihan dan Kekurangan Metode Payback Period

Kelebihan

  • Metode payback period akan dengan mudah dan sederhana bisa di hitung untuk menentukan lamanya waktu pengembalian dana investasi.
  • Memberikan informasi mengenai lamanya break even project.
  • Bisa digunakan sebagai alat pertimbangan resiko karena semakin pendek payback periodnya maka semakin pendek pula resiko kerugiannya.
  • Dapat digunakan untuk membandingkan dua proyek yang memiliki resiko dan rate of return yang sama dengan cara melihat jangka waktu pengembalian investasi (payback period) apabila payback period-nya lebih pendek itu yang dipilih.

Kelemahan

  • Metode ini mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau proceeds yang diperoleh sesudah payback periode tercapai.
  • Metode ini juga mengabaikan time value of money (nilai waktu uang).
  • Tidak memberikan informasi mengenai tambahan value untuk perusahaan.
  • Payback periods digunakan untuk mengukur kecepatan kembalinya dana, dan tidak mengukur keuntungan proyek pembangunan yang telah direncanakan.

Baca Juga : Cara Menghitung (Return on Investment) ROI

Contoh Soal Payback Period

  1. Perusahaan YG mengusulkan proyek investasi dengan dana Rp. 700 juta dan ditargetkan penerimaan dana investasi setiap tahunnya adalah Rp. 80 juta, berapa pay back periodnya?

Jawab :

Diketahui

Nilai Investasi             = Rp. 700 juta

Proceeds                      = Rp. 80 juta

Maka,

Pay Back Period = Rp. 700.000.000,- = 8, 75 Tahun = 8 tahun 9 bulan

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung (Return on Investment) ROI

Rp.   80.000.000,-

 

Jadi nilai Proyek sebesar Rp. 700 juta dapat dikembalikan investasinya dalam waktu 8 tahun 9 bulan.

 

  1. Suatu usalan proyek investasi dari perusahaan JYP senilai Rp. 800 juta dengan umur ekonomis yang telah ditentukan selama 6 tahun, dan syarat pengembaliannya selama 2 tahun dengan tingkat bungan 18% pertahunnya, dengan arus kas pertahunnya sebagai berikut:

Tahun 1 Rp 400 juta

Tahun 2 Rp 300 juta

Tahun 3 Rp 250 juta

Tahun 4 Rp 200 juta

Tahun 5 Rp 150 juta

Tahun 6 Rp 100 juta

Maka tentukan Pay Back Periodnya!

Jawab!

Hal yang pertama harus kamu lakukan adalah, menerukan arus kas kumulatif dari data diatas

Arus kas dan arus kas kumulatif

Tahun Arus kas Arus kas kumulatif
1 400.000.000 400.000.000
2 300.000.000 700.000.000
3 250.000.000 950.000.000
4 200.000.000 1.150.000.000
5 150.000.000 1.300.000.000
6 100.000.000 1.400.000.000

 

Diketahui:

a : Rp 800 juta

b : Rp 700 juta

c : Rp 950 juta ( N+1) = Tahun ke-2 + 1 = tahun ke-3

n : 2 tahun

 

Maka,

Pay Back Period : 2 + Rp. 800.000.000 – Rp. 700.000.000 X 1 tahun

Rp. 950.000.000 – Rp. 700.000.000

: 2 + Rp 100.000.000 X 1 tahun

Rp 250.000.000

: 2,4 atau 2 tahun 3 bulan

 

Jadi Pay back Period sebesar Rp 800.000.000 dengan masa pengembalian selama 2 tahun tidak bisa diterima/ditolak, karena waktu pengembalian yaitu 2 tahun 3 bulan melebihi waktu yang diisyaratkan yaitu selama 2 tahun.

  1. Semakin Jaya melakukan investasi sebesar $ 45.000, jumlah proceed per tahun adalah $ 22.500, maka payback periodnya adalah :
    Payback Period  = (investasi awal) /(arus kas) x 1 tahun
    Payback Period  = ($ 45.000) /($ 22.500) x 1 tahun
    Payback Period = 2 tahun

Payback Period dari investasi diatas yaitu dua tahun. Itu berarti uang yang tertanam dalam aktiva sebesar $ 45.000 bisa kembali dalam jangka waktu dua tahun. Jika investor diberikan dua pilihan investasi, maka memilih payback period yang paling kecil.

  1. Jaya Mandiri melakukan investasi sebesar $ 100.000 pada aktiva tetap, dengan proceed sebagai berikut :
    Tahun Proceed Proceed Kumulatif
    1. $ 50.000 $ 50.000
    2. $ 40.000 $ 90.000
    3. $ 30.000 $ 120.000
    4. $ 20.000 $ 140.000
Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

Maka payback periodnya adalah :
Payback Period = n+(a-b) /(c-b) x 1 tahun
Payback Period = 2 + ($ 100.000 – $ 90.000) /($ 120.000 – $ 90.000) x 1 tahun
Payback Period = 2 + ($ 10.000) /($ 30.000) x 1 tahun
Payback Period = 2,33 tahun atau 2 tahun 4 bulan


Kata kunci pencarian :, cara menghitung payback period, contoh soal payback period, rumus payback period, menghitung payback period, cara menghitung payback period manajemen keuangan, payback period adalah, cara menghitung payback periode, contoh soal menghitung payback period, cara mencari payback period, metode payback period,
Cara Menghitung Payback Period (PP) | adminpc | 4.5
Loading...
loading...