Cara Menghitung Pajak Mobil dan Motor

Tuesday, February 20th, 2018 - Umum
Selamat datang di situs tutorial dan panduan cara apapun. Akan dibahas dan diulas secara lengkap dan jelas cara apapun dan pengertian termasuk rumus contoh dan penyelesaian soal serta studi kasus Cara Menghitung Pajak Mobil dan Motor

Kembali ke pembahasan-pembahasan berbagai hal yang kadang dianggap penting namun juga berguna di panduan cara. Kali ini kita akan kembali membahas salah satu bidang ekonomi yang menyangkut diri kita pribadi dan negara atau pemerintahan, yaitu terkait pajak. Berbeda dengan pembahasan sebelumnya terkait Cara Menghitung Pajak Rumah, Penghasilan ataupun Pajak Pertambahan Nilai, kali ini kita akan membahas mengenai cara menghitung pajak mobil yang benar.

Saat ini di dunia, khususnya di Indonesia sendiri kepemilikan kendaraan kian meningkat, khususnya mobil, apalagi terdapat adanya program insentif dari pemerintah pada segmen Mobil Murah atau LCGC. Nah terkait kendaraan, khususnya mobil, kita akan membahas mengenai perhitungan pajaknya yang banyak dipandang sebelah mata oleh banyak masyarakat karena lebih terfokus pada harga beli kendaraan mobil itu sendiri.

Setiap pemilik mobil baik itu mobil baru ataupun mobil bekas akan mendapatkan beban pembayaran pajak yang harus dibayarkan setiap tahunnya. Jumlah pembayaran pajak mobil sendiri berbeda-beda tergantung jenis, tipe, harga atau berbagai hal lainnya dengan jumlah yang tertera pada pajak STNK tahunan. Patut diwaspadai pada para pemilik kendaraan karena bila Anda terlambat melakukan pembayaran, maka akan Anda akan menerima beban pembayaran lebih yang bernama denda dan denda tersebut besarannya tergantung berapa lama anda terlambat untuk membayar.

Negara sendiri menggunakan denda pajak sebagai salah satu dana pembangunan infrastruktur jalan yang saat ini gencar dilaksanakan dan berbagai hal lainnya. Setiap tahun, melihat jumlah nominal denda pajak yang ditetapkan pemerintah terus mengalami peningkatan, karena itu kita harus mengetahui kapan jatuh tempo pajak setiap kendaraan yang kita miliki agar tidak mengalami keterlambatan membayar pajak meskipun hanya satu hari saja.

Jumlah denda keterlambatan membayar pajak sendiri biasanya mencapai 25 persen dari pajak tahunan. Itu berarti apabila anda terlambat tidak membayar selama 6 bulan maka denda yang diberikan adalah 12,5 persen dan jika terlambat 3 bulan harus membayar dengan 6,25 persen.

Rumus Cara Lain:   Cara Mengurus SKCK Surat Kelakuan Baik/Keterangan Catatan Kepolisian

Pada peraturan baru yang ditetapkan pemerintah, denda pajak mobil akan diberikan saat terlambat 2 hari dari tanggal jatuh tempo dan akan dikenai sebesar 25 persen. Bila terlambat 1 bulan, maka akan dikenakan denda tambahan sebesar 2 persen dan terus diakumulasi hingga denda pajak mencapai 48 persen.

Data yang dibutuhkan untuk menghitung pajak mobil

Cara-Menghitung-Pajak-Mobil-Data-STNK Cara Menghitung Pajak Mobil dan Motor

Berikut beberapa hal yang harus anda lakukan ketika ingin menghitung pajak mobil :

  1. STNK
  2. Jenis mobil (sedan, minibus, dan sebagainya).
  3. Merk Mobil.
  4. Tipe Mobil.
  5. Tahun pembuatan kendaraan.
  6. Cylinder (besar CC).
  7. Kegunaan mobil (untuk pribadi, umum, dan sebagainya).
  8. Tanggal jatuh tempo.

Toleransi Keterlambatan Pembayaran PKB

Denda pajak meskipun cukup besar, namun pemerintah masih memberikan toleransi yaitu selama 1 hari kerja terhitung dari hari terakhir batas pembayaran. Contohnya jika wajib pajak seharusnya membayar pajak pada tanggal 20 pada hari selasa maka masih mendapat toleransi 1 hari kerja sehingga anda masih boleh membayar pada tanggal 22 hari kamis. Meski begitu dalam kenyataannya pembayaran pajak ataupun berbagai birokrasi di pemerintahan telat 1 hari saja sudah mendapatkan denda pajak.

Dalam peraturannya jika batas waktu terjadi pada hari sabtu maka hukuman baru akan berlaku hari selasa karena hari minggu memang libur dan tidak dihitung.

Rumus Perhitungan Denda Pajak Mobil

Cara-Menghitung-Pajak-Mobil-STNK-Pajak Cara Menghitung Pajak Mobil dan Motor

Berikut cara menghitung pajak kendaraan :

  1. Denda PKB = Keterlambatan 2 hari sampai 1 bulan = 25%.
  2. Jika terlambat dari 1 bulan = 25% + [(jumlah keterlambatan bulan-1) x 2%)]
  3. Perhitungan keterlambatan maksimal 48 bulan, lewat 48 bulan tetap dikali 48.
  4. Denda SWDKLLJ = 100 ribu rupiah
Rumus Cara Lain:   Cara Mengusir Tikus Rumah Secara Permanen

Contoh: Bila kita memiliki satu unit mobil Toyota Calya, yang terlambat membayar pajak selama 5 hari, sehingga diberi denda dengan perhitungan:

  1. Biaya pokok PKB           = Rp 1.527.800
  2. Biaya pokok SWDKLLJ = Rp 143.000
  3. Maka, denda PKB           = 25% x Rp 1.527.800 = 382.000 (pembulatan angka)
  4. Denda SWDKLLJ           = Rp 100.000

Total Pokok = Rp 1.670.000

Total Denda = Rp 482.000

Kategori denda jika telat membayar pajak, yaitu :

  1. Denda atas PKB
  2. Denda atas SWDKLLJ

Cara Menghitung Denda Pajak STNK Mobil

  1. Denda atas PKB sebesar 25% dalam 1 tahun, jika terlambat 3 bulan, maka perhitungannya menjadi : PKB x 25% (3/12), sedangkan jika keterlambatan 6 bulan, perhitungannya: PKB x 25% (6/12), dan begitu seterusnya.
  2. Denda atas SWDKLLJ nominalnya sama antara 3 hari maupun 1 tahun. Untuk mobil, dendanya sebesar 100 ribu rupiah.

Selain itu perlu diketahui juga bahwa denda PHK ini dihitung per bulan. Sedangkan denda SWDKLLJ dihitung per tahun.

Contoh;

Pak Joko terlambat membayar pajak selama 3 bulan dari tanggal jatuh temponya, dimana PKB pokok sebesar 1,5 juta rupiah, sehingga perhitungannya adalah:

  1. Pokok :

PKB           = 1.500.000

SWDKLLJ = 143.000

Total         = 1.643.000

  1. Denda

PKB               = 1.500.000 x 25% x (3/12) = 93.750

SWDKLLJ   = 100.000

Total Denda = 193.000

Jumlah yang harus dibayar = Total pokok + total denda = 1.643.000 + 193.000 = 1.836.000

Perhitungan pajak di atas berdasarkan pada hitungan bulan dan hanya berlaku di daerah Jakarta serta beberapa wilayah Samsat lainnya.

Menghitung Pajak Progresif Mobil

Pada benda seperti kendaraan mobil dan sepeda motor juga terdapat pajak progresif. Pajak progresif ini sendiri dikenakan karena memiliki barang sejenis lebih dari satu dan diberikan kepada pemilik mobil dengan persentase terhadap jumlah atau kuantitas objek pajak serta harga dan nilai objek pajak.

Besaran Pajak Progresif Mobil

Berikut adalah beberapa tarif pajak progresif mobil, diantaranya adalah:

No. Urutan Kepemilikan Kendaraan Persentase Tarif Pajak

  1. Mobil Pertama 1,5%
  2. Mobil Kedua 2%
  3. Mobil Ketiga 2,5%
  4. Mobil Keempat dan seterusnya 4%
Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Weton Kelahiran Yang Benar

Rumus Perhitungan Pajak Progresif Mobil

Ada dua unsur mendasar pengenaan pajak progresif mobil yaitu :

  1. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)
  2. Bobot atau efek negatif akibat menggunakan kendaraan serta mampu merefleksikan tingkat kerusakan jalan yang dinyatakan sebagai koefisien bernilai satu atau lebih.

Rumus perhitungannya adalah :

(PKB/2) x 100

Nilai PKB bisa anda ketahui dari balik STNK. Setelah tahu besaran nilai NJKB mobil, selanjutnya anda mengalikannya dengan persentase tarif pajak progresif mobil sesuai dengan urutan kepemilikan mobil. Berikutnya adalah tambahkan SWDKLLJ untuk kendaraan kedua. Ketiga, dan seterusnya.

Contoh :

Pak Dani memiliki mobil, yaitu Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Nissan. Keempat mobil tersebut memiliki tipe dan tahun yang sama. Diketahui, nilai PKB sebesar 1,5 juta sedangkan SWDKLJJ sebesar 150 ribu rupiah. Nah, berikut adalah beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menghitung pajak progresifnya

NJKB : (PKB/2) x 100

Maka, nilai NJKB sebesar (1.500.000/2) x 100 = 75.000.000

Untuk pajak progresifnya, maka perhitungannya adalah sebagai berikut :

Mobil pertama

PKB           : 75.000.000 x 1,5% = 1.125.000

SWDKLLJ : 150.000

Total         : Rp 1.275.000

Mobil Kedua

PKB           : 75.000.000 x 2% = 1.500.000 (Terdapat kenaikan)

SWDKLLJ : 150.000

Total         : Rp 1.650.000

Mobil Ketiga

PKB           : 75.000.000 x 2,5% = 1.875.000 (Terdapat Kenaikan)

SWDKLLJ : 150.000

Total         : Rp 2.025.000

Mobil Keempat

PKB           : 75.000.000 x 4% = 3.000.000 (Terdapat Kenaikan)

SWDKLLJ : 150.000

Total         : Rp 3.150.000


Kata kunci pencarian :, contoh soal pajak kendaraan bermotor, soal perhitungan dan jawaban pajak kendaraan bermotor, Penghitungan beban pajak kendaraan, pajak mobil, harga mobil 125000000 beban ppn 25 persen dan dapat diskon 10 persen setelah diskon beeapa harga mobil yang harus dibayar persen dan dapat diskon, contoh soal PKB(pajak kendaraan bermotor) beserta penyelesaiannya, contoh soal perhitungan pkb motor 2 kepemilikan, batas keterlambatan bayar pajak tahunan mobil calya, contoh kasus perhitungan pajak kendaraan bermotor, contoh kasus pajak kendaraan bermotor,
Cara Menghitung Pajak Mobil dan Motor | adminpc | 4.5
Loading...
loading...