Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Tuesday, December 5th, 2017 - Properti
Selamat datang di situs tutorial dan panduan cara apapun. Akan dibahas dan diulas secara lengkap dan jelas cara apapun dan pengertian termasuk rumus contoh dan penyelesaian soal serta studi kasus Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Saat ini bisnis properti dan pertanahan tampak makin maju, semakin banyak masyarakat yang membeli serta membangun rumah. Dalam setiap pembangunan, tentu saja ada berbagai macam hal yang perlu diketahui dan dihitung, salah satunya adalah menentukan biaya pajak bumi dan bangunan atau yang juga dikenal dengan nama pajak PBB. Pajak bumi dan bangunan (PBB) sendiri adalah pajak yang dipungut atas tanah dan bangunan karena adanya keuntungan dan/atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik bagi orang atau badan yang mempunyai suatu hak atasnya atau memperoleh manfaat dari padanya.

PBB sendiri merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki dan ingin mendirikan sebuah bangunan baru. Yang wajib membayar pajak PBB adalah orang pribadi atau badan yang memiliki hak atas tanah dan bangunan yang bersangkutan.

Para wajib pajak diharuskan melunasi pembayaran pajak paling lambat 6 bulan sejak tanggal diterimanya SPPT atau yang disebut Surat Pemberitahuan Pajak Terutang. Pada surat itu, tertera jumlah besaran pajak yang harus dibawarkan wajib pajak selama 1 tahun.

Meski begitu, tidak semua objek bumi dan bangunan dikenakan pajak PBB, ada beberapa objek yang tidak dikenakan, diantaranya;

  • Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional, yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan.
  • Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, atau yang sejenis dengan itu. Merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak.
  • Digunakan oleh perwakilan diplomatik, konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik.
  • Digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan.

Cara-Menghitung-Pajak-PBB-Surat-Setoran-Pajak Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Cara Menghitung PBB

Dasar pengenaan pajak dalam PBB adalah pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). NJOP ditentukan berdasarkan harga pasar per wilayah dan ditetapkan setiap tahun oleh menteri keuangan. Besarnya PBB yang terutang diperoleh dari perkalian tarif (0,5%) dengan NJKP.

Untuk Nilai Jual Kena Pajak ditetapkan sebesar 20% dari NJOP (jika NJOP kurang dari 1 miliar rupiah) atau 40% dari NJOP (jika NJOP senilai 1 miliar rupiah atau lebih). Besaran PBB yang terutang dalam satu tahun pajak diinformasikan dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung RAB Rumah

Rumus PBB = 0,5% xtarif tetap, nilai ini berdasarkan undang-undang n0.12 tahun 1994.

Keterangan singkatan yang digunakan dalam perhitungan PBB.

  • PBB    = Pajak bumi dan bangunan.
  • NJOP = Nilai jual objek pajak.
  • NJKP = Nilai jual kena pajak.
  • NJOTKP = Nilai jual objek tidak kena pajak.

1. Beberapa Faktor yang Menentukan Dasar Penetapan NJOP Bumi:

  • Letak
  • Pemanfaatan
  • Peruntukan
  • Kondisi Lingkungan

2. Beberapa Faktor yang Menentukan Dasar Penetapan NJOP Bangungan:

  • Bahan yang digunakan dalam bangunan
  • Rekayasa
  • Letak
  • Kondisi lingkungan

Cara-Menghitung-Pajak-Bumi-dan-Bangunan Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Contoh soal;

Contoh 1

Misal seperti NJOP suatu objek pajak sebesar Rp 2 juta, berapa besaran PBB yang harus dibayarkan?

Untuk mendapatkan nilai PBB, kita harus terlebih dahulu mengetahui NJKP nya;

NJKP: 20% x Rp 2.000.000 = Rp 400.000

Kemudian baru kita hitung PBB nya:

PBB: 0,5% x Rp 400.000 = Rp 2.000

Di atas merupakan contoh perhitungan pajak PBB yang paling mudah, namun bagi Anda yang belum paham mengenai perhitungan pajak PBB, bisa melihat contoh selanjutnya.

Pak Joko memiliki rumah dengan luas 50 meter persegi di atas lahan seluas 100 meter persegi. Bila bangunan memiliki harga Rp 500 ribu per segi dengan harga tanah Rp 1 juta, berapa pajak PBB yang harus dibayarkan oleh Pak Joko?

Untuk menemukan jumlah PBB yang harus dibayar, kita terlebih dahulu melakukan perhitungan nilai bangunan dan tanah

Bangunan: 50 x Rp500.000       = Rp 25.000.000

Tanah      : 100 x Rp 1.000.000 = Rp 100.000.000

Kedua, kita hitung NJOP nya dengan menjumlahkan nilai bangunan dan tanah :

Nilai Bangunan: Rp 25.000.000

Nilai Tanah      : Rp 100.000.000

————————————— +

Rp 125.000.000

Selanjutnya  setelah mengetahui nilai NJOP, kita bisa menghitung PBB

NJKP: 20% x Rp 125.000.000 = Rp 25.000.000

PBB  : 0,5% x Rp 25.000.000 = Rp 125.000

Jadi pak Joko memiliki kewajiban membayar pajak PBB sebesar Rp 125 ribu per tahun atas rumah dan tanah yang dimilikinya.

Contoh 2

Rumah dengan luas tanah 1.000 meter persegi dengan nilai jual Rp 840.000 meter persegi. (Nilai jual tanah tersebut termasuk kelas A-17 dengan nilai jual Rp 802.000/m2)

Luas Bangunan 400 m2 dengan nilai jual Rp 1.000.000/m2. (Nilai jual bangunan tersebut termasuk kelas A-2 dengan nilai jual Rp 968.000/m2)

Penghitungan PBB-nya

Jumlah NJOP bumi 1.000 x Rp 802.000 = Rp 802.000.000

Rumus Cara Lain:   Cara Mengurus IMB Izin Mendirikan Bangunan

Jumlah NJOP Bangunan 400 x Rp 968.000 = Rp 387.200.000

NJOP sebagai dasar pengenaan = Rp 1.189.200.000

NJOPTKP = Rp 12.000.000

NJOP untuk perhitungan PBB = Rp 1.177.200.000 (NJOP – NJOPTKP)

NJKP 40% (diatas Rp 1 miliar) x Rp 1.177.200.00 = Rp 470.880.000

PBB yang terutang 0,5% x Rp 470.480.000 = Rp 2.354.400

Contoh 3

Tuan Jo seorang pengusaha terkenal memiliki 2 buah rumah pada tahun 2007, objek pertama terletak di Merjosari, Malang dan Objek kedua terletak di Gadang, Malang. Diketahui bahwa untuk objek pertama NJOP Bumi sebesar Rp. 8.000.000,- dam NJOP Bangunan sebesar Rp. 7.500.000,-. Untuk Objek yang kedua diketahui NJOP bumi sebesar Rp. 9.000.000,- dan NJOP Bangunan sebesar Rp. 6.000.000,-

Hitung PBB terhutang tahun 2007 Tuan Jo atas kedua objek tersebut !

 

Jawab:

PBB Terhutang  = Tarif (0,5%) x NJKP

NJKP = NJOP – NJOPTKP

Dimana NJOP = NJOP Bumi + NJOP Bangunan

 

NJOP Di desa Wlingi

 

NJOP Bumi        =   Rp.    8.000.000,-

NJOP Bangunan =  Rp.    7.500.000,-

Total                          Rp. 15.500.000,-        Merupakan NJOP terbesar

 

NJOP di desa Bendo

 

NJOP Bumi         =    Rp.   9.000.000,-

NJOP Bangunan =   Rp.   6.000.000,-

Total                           Rp. 15.000.000,-

 

 

Desa Wlingi :

NJOP Bumi         =                                              Rp.    8.000.000,-

NJOP Bangunan =                                              Rp.    7.500.000,-

NJOP sbg dasar pengenaan PBB                   Rp. 15.500.000,- (NJOP Terbesar)

NJOPTK                                                               Rp. 12.000.000 –

NJOP utk

Perhitungan PBB                                                 Rp.   3.500.000,-

 

 

Desa Bendo :

NJOP Bumi                                                     =   Rp.   9.000.000,-

NJOP Bangunan                                            =   Rp.   6.000.000,-

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung BPHTB Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan 2018

NJOP sbg dasar pengenaan PBB                    Rp. 15.000.000,-

NJOPTK                                                               Rp.                0,- (-)

NJOP utk

Perhitungan PBB                                                 Rp. 15.000.000,-

 

PBB  Terhutang = Tarif  x  NJKP

= 0,5% x 20% x Rp. 18.500.000,-

= Rp. 18.500

 

Contoh 4

Pak Dul adalah seorang pengusaha terkenal memiliki 2 buah rumah yang terletak di Malang. Objek pertama terletak di jalan semeru dan objek kedua terletak di jalan soekarno hatta. Diketahui objek pertama NJOP bumi sebesar Rp. 1.000.000.000,- (1 M) dan NJOP bangunan Rp. 3.500.000,- (3,5 M) sedangkan untuk yang kedua diketahui NJOP bumi sebesar Rp. 1.000.000.000,- (1 M) dan NJOP Bangunan sebesar Rp. 4.500.000.000,- (4,5 M). Hitunglah PBB terhutang Tuan Dul atas kedua objek tersebut.

Jawab :

NJOP terbesar adalah terletak pada NJOP di Jalan soekarno hatta dengan :

NJOP Bumi          =  Rp.  1. 000.000.000,-

NJOP Bangunan =  Rp.  4.500.000.000,- +

NJOP sbg dasar

Pengenaan  PBB =  Rp.  5.500.000.000,-

NJOPTKP             = Rp.       12.000.000,- (-)

NJOP utk

Perhitungan PBB     Rp.  5.488.000.000,-

 

Jl. Semeru :

NJOP Bumi           =   Rp. 1.000.000.000,-

NJOP bangunan   =   Rp. 3.500.000.000,-  +

NJOP sbg dasar

Pengenaan   PBB =   Rp. 4.500.000.000,-

NJOPTKP              =   Rp.                      0,-  (-)

NJOP utk

Perhitungan PBB   =   Rp. 4.500.000.000,-

 

NJOP = NJOP Bumi + NJOP Bangunan = Rp. 5.488.000.000 + Rp. 4.500.000.000,- =

Rp.9.988.000.000.

 

PBB Terhutang  = Tarif x NJKP = Tarif x (NJOP-NJOPTKP)

= 0,5% x 40% x 9.988.000.000.

=  Rp. 19.970.000,-

 

Demikianlah informasi singkat dari kami mengenai cara menghitung pajak PBB beserta contoh soalnya. Semoga informasi yang telah disampaikan dapat bermanfaat bagi para pembaca.


Kata kunci pencarian :, contoh soal pbb dan jawabannya, Contoh soal pbb, contoh soal menghitung pbb, contoh soal pajak bumi dan bangunan, Contoh soal perhitungan pbb, soal pbb dan jawabannya, contoh soal pbb dan jawaban, soal pajak bumi dan bangunan, Soal dan jawaban tentang pbb, jawaban soal pbb,
Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) | adminpc | 4.5
Loading...
loading...