Cara Menghitung Rumus IRR (Internal Rate of Return)

Cara hitung IRR – Sebelum membahas menganai Internal Rate of Return (IRR) dan perhitungan serta rumusnya, perlu adanya pemahaman dasar tentang apa itu IRR atau disebut juga dengan tingkat pengembalian internal.

IRR adalah hasil yang diperoleh dari suatu proposal bisnis, yaitu diskonto (discount rate) yang akan menjadi present value (lihat: Cara Hitung NPV) dari aliran kas masuk (cash inflow) sama dengan investasi awal.

Singkatnya, metode ini bertujuan membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian atas investasi yang dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas masuk proyek yang diharapkan terhadap nilai sekarang biaya proyek atau sama dengan tingkat diskonto yang membuat NPV sama dengan nol.

IRR merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi. Suatu proyek/investasi dapat dilakukan apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar dari pada laju pengembalian apabila melakukan investasi di tempat lain (bunga deposito bank, reksadana dan lain-lain).

Fungsi IRR digunakan dalam menentukan apakah investasi dilaksanakan atau tidak, untuk itu biasanya digunakan acuan bahwa investasi yang dilakukan harus lebih tinggi dari Minimum acceptable rate of return atau Minimum atractive rate of return (MARR) . MARR adalah laju pengembalian minimum dari suatu investasi yang berani dilakukan oleh seorang investor.

img3

Rumus Perhitungan IRR

Cara Menghitung Rumus IRR (Internal Rate of Return) - image Rumus-Cara-Hitung-IRR on https://panduancara.com

Penerimaan atau penolakan usulan investasi ini adalah dengan membandingkan IRR dengan tingkat bunga yang disyaratkan (required rate of return). Apabila IRR lebih besar dari pada tingkat bunga yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima, apabila lebih kecil diterima.

IRR adalah nilai discount rate yang membuat NPV sama dengan nol (Gray et al (2007) ). Discount rate yang dipakai untuk mencari present value dari suatu benefit/biaya harus senilai dengan opportunity cost of capital seperti terlihat dari sudut pandangan si penilai proyek. Konsep dasar opportunity cost pada hakikatnya merupakan pengorbanan yang diberikan sebagai alternatif terbaik untuk dapat memperoleh sesuatu hasil dan manfaat atau dapat pula menyatakan harga yang harus dibayar untuk mendapatkannya.

Untuk menghitung IRR sebelumnya harus dicari discount rate yang menghasilkan NPV positif, kemudian dicari discount rate yang menghasilkan NPV negatif. Langkah selanjutnya adalah melakukan interpolasi dengan rumus berikut:

Cara Menghitung Rumus IRR (Internal Rate of Return) - image Rumus-Hitung-IRR-NPV on https://panduancara.com

Keterangan: IRR = Internal Rate of Return

i1 = Tingkat Diskonto yang menghasilkan NPV+

i2 = Tingkat Diskonto yang menghasilkan NPV-

NPV1=Net Present Value bernilai positif

NPV2= Net Present Value bernilai negatif

Menurut Yacob Ibrahim, Internal Rate of Return atau IRR adalah suatu tingkat discount rate yang menghasilkan NPV sama dengan 0. IRR memiliki tiga nilai yang masing-masing memiliki arti terhadap kriteria investasi, yaitu:

  1. IRR < SOCC, hal ini berarti bahwa usaha atau proyek tersebut tidak layak secara finansial.
  2. IRR = SOCC, hal ini juga berarti bahwa usaha atau proyek tersebut berada dalam keadaan break even point.
  3. IRR > SOCC, hal ini berarti bahwa usaha atau proyek tersebut layak secara finansial.

Contoh Soal – Cara Hitung IRR dan Pembahasan Penyelesaian

ICara Menghitung Rumus IRR (Internal Rate of Return) - image Rumus-Hitung-IRR-1 on https://panduancara.comRR :

  • Tingkat pengembalian dari modal proyek yang dianalisis.
  • Berupa tingkat bunga pada saat NPV=0
  • Satuannya %/tahun

Tingkat bunga (i) pada saat itu disebut IRRCara Menghitung Rumus IRR (Internal Rate of Return) - image Rumus-Hitung-IRR-Tingkat-Bunga-2 on https://panduancara.comPada saat itu terjadi juga :

Cara Menghitung Rumus IRR (Internal Rate of Return) - image Rumus-Hitung-IRR-3 on https://panduancara.com

Cara menghitung IRR:

a. Cara coba-coba

Masukkan nilai i berulang-ulang hingga didapatkan NPV=0

b. Interpolasi

  1. Masukkan satu nilai i yang cukup rendah sehingga NPV positif – � i1 � NPV1
  2. Masukkan suatu nilai i yang cukup tinggi sehingga NPV negatif – i2 � NPV2
  3. Lakukan interpolasi linier

Cara Menghitung Rumus IRR (Internal Rate of Return) - image Rumus-Hitung-IRR-4 on https://panduancara.com

Contoh Soal Perhitungan IRR

Cara Menghitung Rumus IRR (Internal Rate of Return) - image Contoh-Soal-Hitung-IRR on https://panduancara.com

Perhitungan IRR lebih praktis dan mudah dilakukan dengan spreedsheet

Nilai IRR tidak selalu ada, bisa nilainya tidak terhingga:

a. Jika PV positif semua

Cara Menghitung Rumus IRR (Internal Rate of Return) - image Jika-PV-positif-semua-Cara-Hitung-IRR on https://panduancara.com

b. Jika PV negatif semua

Cara Menghitung Rumus IRR (Internal Rate of Return) - image Jika-PV-negatif-semua-Cara-Hitung-IRR on https://panduancara.com

c. Jika PV positif ada di tahun awal, sedangkan PV� negatif di tahun akhir

Cara Menghitung Rumus IRR (Internal Rate of Return) - image Jika-PV-positif-ada-di-tahun-awal-sedangkan-PV-negatif-di-tahun-akhir on https://panduancara.com

 

Contoh Soal Lain Perhitungan IRR

Aplikasi IRR, arus kas setiap tahun jumlahnya sama.

Soal 1 :
Suatu pabrik mempertimbangkan usulan investasi sebesar Rp 130.000.000 tanpa nilai sisa
dapat menghasilkan arus kas per tahun Rp 21.000.000 selama 6 tahun.
Diasumsikan RRR sebesar 13 %, hitunglah IRR!
Dicoba dengan faktor diskonto 10 %…
NPV = (Arus kas x Faktor Diskonto) – Investasi Awal
NPV = (21.000.000 x 5.8979) – 130.000.000
NPV = Rp 659.000,00
Dicoba dengan faktor diskonto 12 %
NPV = (Arus kas x Faktor Diskonto) – Investasi Awal
NPV = (21.000.000 x 5,7849 ) – 130.000.000
NPV = RP -6.649.000,00
Karena NPV mendekati nol, yaitu Rp. 659.000,00 dan -Rp. 6.649.000,00…
Artinya tingkat diskonto antara 10% sampai 12%, untuk menentukan ketepatannya dilakukan Interpolasi sbb :
Selisih Bunga Selisih PV Selisih PV dengan OI
10% 130659000 130659000
12% 123351000 130000000
2% 7308000 659000
IRR = 10% + (659.000/7.308.000) x 2%
IRR = 10,18%
Kesimpulan :
Proyek investasi sebaiknya ditolak
Karena IRR < 13 %

Aplikasi IRR, arus kas setiap tahun jumlahnya tidak sama.

Soal 2 :
Perusahan Zamanria sedang mempertimbangkan suatu usulan proyek investasi
senilai Rp 150.000.000, umur proyek diperkirakan 5 tahun tanpa nilai sisa.
Arus kas yang dihasilkan :
Tahun 1 adalah Rp 60.000.000
Tahun 2 adalah Rp 50.000.000
Tahun 3 adalah Rp 40.000.000
Tahun 4 adalah Rp 35.000.000
Tahun 5 adalah Rp 28.000.000
Jika diasumsikan RRR = 10 % berapakah IRR?

Jawab :

Dicoba dengan faktor diskonto 16%
Tahun 1 arus kas = Rp.60.000.000 x 0,8621 Rp.51.726.000
Tahun 2 arus kas = Rp.50.000.000 x 0,7432 Rp37.160.000
Tahun 3 arus kas = Rp.40.000.000 x 0,6417 Rp25.668.000
Tahun 4 arus kas = Rp.35.000.000 x 0,5523 Rp19.330.500
Tahun 5 arus kas = Rp.28.000.000 x 0,6419 Rp17.973.200
Total PV Rp100.131.700
Investasi Awal Rp150.000.000
Net Present Value -Rp49.868.300
Dicoba dengan faktor diskonto 10%
Tahun 1 arus kas = Rp.60.000.000 x 0,9090 54540000
Tahun 2 arus kas = Rp.50.000.000 x 0,8264 Rp41.320.000
Tahun 3 arus kas = Rp.40.000.000 x 0,7513 Rp30.052.000
Tahun 4 arus kas = Rp.35.000.000 x 0,6830 Rp23.905.000
Tahun 5 arus kas = Rp.28.000.000 x 0,6209 Rp17.385.200
Total PV Rp167.202.200
Investasi Awal Rp150.000.000
Net Present Value Rp17.202.200
Perhitungan interpolasi :
Selisih Bunga Selisih PV Selisih PV dengan Investasi Awal
10% Rp167.202.200 Rp167.202.200
16% Rp100.131.700 Rp150.000.000
6% Rp67.070.500 Rp17.202.200
IRR= 10% + (Rp.17.202.200/Rp. 67.070.500) x 6 %
IRR= 11,5388 %
Kesimpulan :
Usulan proyek investasi tersebut sebaiknya diterima, karena IRR > 10%

 

Siapa yang membutuhkan mengguakan Rumus IRR?

Perhitungan rumus IRR sangat diutuhkan oleh jajaran Manajemen Keuangan dan Analis Proyek. Jika IRR lebih besar dibanding cost of capital, proyek harus diterima.

Keuntungan menggunakan metode perhitungan IRR yaitu tidak dipertimbangkannya time value of money sehingga menjadi lebih tepat dan realistis dibandingkan dengan metode accounting rate of return.

Kelemahan Perhitungan IRR

Perhitungan dengan metode rumus IRR jug memiliki kelemahan dan kekurangan, yaitu perlu waktu untuk menghitungnya, terutama saat cash inflow tidak terdistribusi secara merata (meskipun kebanyakan kalkulator bisnis memiliki program untuk menghitung IRR). Kelemahan lain, Metode ini tidak bisa mengidentifikasi ukuran investasi dalam berbagai proyek yang bersaing dan tingkat keuntungannya.

TERKAIT

TERBARU