Cara Menghitung Gaji Karyawan yang Benar dan Tepat

Sunday, October 29th, 2017 - Ekonomi
Selamat datang di situs tutorial dan panduan cara apapun. Akan dibahas dan diulas secara lengkap dan jelas cara apapun dan pengertian termasuk rumus contoh dan penyelesaian soal serta studi kasus Cara Menghitung Gaji Karyawan yang Benar dan Tepat

Saat ini semakin banyak perusahaan yang tumbuh berkembang di Tanah Air. Makin banyaknya usaha, tentu saja berpengaruh langsung pada meningkatnya jumlah lapangan pekerjaan dan semakin banyaknya pekerja. Kali ini kita akan membahas mengenai cara menghitung gaji karyawan atau pegawai yang tepat dengan memakai rumus excel date & time NETWORKDAYS.

Dalam rumus ini digunakan cara perhitungan jumlah hari kerja dengan ketentuan 5 hari kerja selama satu pekan dan ada penambahan libur lain ketika bertepatan dengan libur nasional.

Rumus milik Excel NEWTORKDAYS ini dapat secara otomatis dapat menentukan tanggal di hari sabtu dan minggu. Dengan ini, menghitung hari kerja dapat dilakukan lebih cepat dan mudah.

Perhitungan gaji ini sangat penting bagi perusahaan itu sendiri ataupun para karyawan, tidak hanya membuat pengeluaran perusahaan lebih jelas, dari sisi karyawan akan lebih jelas gaji yang akan mereka peroleh nantinya. Untuk di Indonesia sendiri ada beberapa macam jenis gaji yang biasa dikenal masyarakat, mulai dari gaji pokok, tunjangan, lembur dan lainnya.

Jenis-Jenis Gaji

  • Gaji Pokok

Gaji pokok adalah gaji dasar yang ditentukan sesuai dengan posisi atau tugas pekerjaan yang diterima oleh karyawan.

  • Tunjangan

Tunjangan merupakan pelengkap dari gaji pokok. Tunjangan ini lebih dikenal sebagai gaji sosial dan juga insentif dengan besaran yang berbeda-beda tergantung jenis pekerjaan apa yang anda lakukan. Misalnya seorang karyawan memiliki jabatan sebagai manager, dia mendapat tunjangan gaji manager atau seorang karyawan menjabat sebagai direktur, dia mendapat tunjangan gaji jabatan manager yang memang berbeda tiap jabatan yang diemban.

  • Potongan
Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)

Potongan, sesuai namanya merupakan pengurangan gaji pokok dari perusahaan kepada karyawan atau pekerja akibat kesalahan yang sudah dilakukan.

  • Uang Lembur

Gaji jenis ini lebih bisa dikatakan sebagai uang tambahan yang diperoleh setelah gaji pokok sebagai hadiah ataupun intensif karena masih bekerja melewati batas jam kerja yang ditentukan. Misal jam kerja karyawan mulai dari pukul 08.00 hingga 04.00, namun karena perusahaan mengejar target tersendiri, meminta karyawan untuk bekerja lebih lama. Kelebihan jam kerja itu yang menentukan jumlah uang lebur yang akan diterima karyawan.

Kali ini kami memberikan cara menghitung gaji karyawan dengan menggunakan NETWORKDAYS pada excel yang membuat perhitungan lebih mudah;

Cara-Menghitung-Gaji-Karyawan-dengan-Networkdays Cara Menghitung Gaji Karyawan yang Benar dan Tepat

Pertama kita buat tabel terlebih dahulu, kemudian menghitung jumlah hari kerja terlebih dahulu berdasarkan pada tanggal kita mulai bekerja tiap bulannya. Untuk menggunakannya bisa menggunakan metode dengan rumus pada excel di bawah ini;

Sytank penulisaan = NETWORKDAYS(start_date;end_date;holidays)

 

Keterangan :

start_date : Tanggal Mulai kerja

end_date : Taggal akhir kerja

holidays : untuk menambahkan hari libur diluar hari sabtu minggu (libur nasional setiap bulannya jika ada )

Pada cell E4 ketikan rumus = NETWORKDAYS(C4;D4;C11)

C4 : tanggal mulai kerja

D4 : tanggal akhir kerja

C11 : hari libur nasional conoth diatas 25/12/14 hari natal

Langkah selanjutnya adalah dengan menambahkan simbol alamat cell absolute ($) pada cell hari libur $C$11, hal ini dikarenakan seluruh karyawan libur pada tanggal merah, untuk itu kita drag rumus yang ada akan tepat.

Rumusnya menjadi = NETWORKDAYS(C4;D4;$C$11)

Selanjutnya untuk mempermudah pengerjaan rumus karyawan lain tinggal kita drag rumusnya.

Lalu masukan gaji perharinya masing-masing karyawan

Total Gaji Rumusnya cell G1 ketikan rumus = E4*F4

Contoh soal gaji karyawan

Mendapatkan jumlah penghasilan yang akan diterima oleh tiap karyawan, beberapa hal perlu untuk diperhatikan, diantaranya gaji pokok, uang lembur, tunjangan transport, penggantian pengobatan jika ada, potongan BPJS, potongan PPh Pasal 21.

Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Bunga Deposito Bank

Contohnya, Joko bekerja pada salah satu perusahaan ternama di Jakarta dengan jam kerja sebulan selama 194 jam dengan gaji pokok sebesar Rp 1.730.000.- Joko bulan ini memperoleh uang lembur tambahan sebesar Rp 375.000, penggantian pengobatan Rp 250.000 dikarenakan dia mengalami luka saat bekerja, uang transport Rp 500.000, dan bila dijumlahkan seluruhnya maka uang gaji yang akan diterima oleh Joko adalah 2.855.000.

Meski begitu, dalam kenyataannya Joko menerima gaji kurang dari jumlah tersebut karena ada beberapa potongan, seperti iuran BPJS sebesar Ro 17,300 dan PPH pasal 21 sebesar Rp 79.450. Jumlah potongan sebanyak Rp 96.750 itu nantinya akan mengurangi jumlah gaji Joko sebelumnya. Jadi gaji yang akan diterima Joko adalah Rp 2.855.000 – Rp 96.750 = Rp 2.758.250.

Mengenai upah lembur sendiri, sebenarnya ada peraturan resmi dari pemerintah, namun banyak perusahaan yang tidak menjalankannya, tapi untuk jelasnya kami berikan perhitungan upah lembur di bawah ini;

Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Kerja

PERHITUNGAN UPAH LEMBUR PADA HARI KERJA
Jam Lembur Rumus Keterangan
Jam Pertama 1,5  X 1/173 x Upah Sebulan Upah Sebulan adalah 100% Upah bila upah yang berlaku di perusahaan terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap.
Jam Ke-2 & 3 2   X 1/173 x Upah Sebulan Atau 75% Upah bila Upah yang berlaku di perusahaan terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Dengan ketentuan Upah sebulan tidak boleh lebih rendah dari upah minimum

Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Libur/Istirahat

PERHITUGAN UPAH LEMBUR PADA HARI LIBUR/ISTIRAHAT
JAM LEMBUR KETENTUAN UPAH LEMBUR RUMUS
6 Hari Kerja per minggu (40 Jam/Minggu)
7 Jam pertama 2 Kali Upah/Jam 7 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan
Jam Ke 8 3 Kali Upah/jam 1 jam x 3 x 1/173 xupah sebulan
Jam Ke-9 s/d Jam ke-10 4 Kali Upah/Jam 1 jam X 4 x 1/173 x upah sebulan
Hari Libur Resmi Jatuh Pada Hari Kerja Terpendek misal Jum’at
5 Jam pertama 2 X Upah/jam 5 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-6 3 X Upah/jam 1 jam x 3 x 1/173 xupah sebulan
Jam Ke-7 & 8 4 X Upah/jam 1 jam X 4 x 1/173 x upah sebulan
5 Hari Kerja per minggu (40 Jam/Minggu)
8 Jam pertama 2 Kali Upah/Jam 8 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-9 3 Kali Upah/jam 1 jam x 3 x 1/173 xupah sebulan
Jam ke-10 s/d Jam ke-11 4 Kali Upah/Jam 1 jam X 4 x 1/173 x upah sebulan
Rumus Cara Lain:   Cara Menghitung Laju Inflasi yang Biasa Digunakan

Perhitungan Gaji PPH Pasal 21

Sedangkan PPH Pasal 21 atau pasal mengenai pajak penghasilan merupakan penambahan 5 % dari penghasilan kena pajak. Perhitungan PPh 21 sendiri menyesuaikan dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak yaitu:

Status Kena Wajib Pajak Jumlah Per Tahun Jumlah Per Bulan
Pribadi Rp 54.000.000,- Rp 4.500.000,-
Kawin (Tanpa Tanggungan) Rp 4.500.000,- Rp 375.000,-
Setiap Anggota Keluarga Sedarah dan Dalam Garis Keturunan Lurus (Tanggungan) maksimal 3 (tiga) orang Rp 4.500.000,- Rp 375.000,-

Dari jumlah itu sendiri terlihat bahwa karyawan dengan gaji kurang dari Rp 4,5 juta per bulan atau Rp 54 juta per tahun tidak memiliki beban gaji kena pajak meski tidak menikah.

Itulah sedikit informasi dan tips bagaimana cara menghitung gaji karyawan berdasarkan hari kerja selama satu bulan, semoga dapat membantu para pembaca.


Kata kunci pencarian :, cara menghitung gaji, cara menghitung gaji pokok, cara menghitung gaji karyawan bulanan, cara menghitung gaji pokok karyawan, rumus gaji, rumus menghitung gaji, perhitungan gaji karyawan, cara menghitung gaji karyawan, rumus menghitung gaji karyawan, cara menghitung gaji karyawan perusahaan,
Cara Menghitung Gaji Karyawan yang Benar dan Tepat | adminpc | 4.5
Loading...
loading...